خبرگزاری شبستان

الأربعاء ٦ ربيع الأوّل ١٤٤٠

Wednesday, November 14, 2018

Headline Berita

Ahlul Bait as Penunjuk Jalan di Dunia Ini

SHABESTAN – Dalam doa ke 42 di dalam Shahifah Sajjadiyah menjelaskan kepada kita jalan dan tujuan mana yang akan kita jalani yang kelak akan membawa manusia pada tujuan utama. Al-Qur’an dan Ahlul Bait as adalah penunjukan jalan di dunia ini, dimana Allah swt sudah menunjukan jalan ini sejak 14 abad silam.

Waktu :   10/21/2016 5:54:40 PM ID Berita : 26144

Politikus yang Tidak Pernah Tinggalkan Masjid
SHABESTAN — Almarhum Ayatullah Mahdawikani tidak pernah melupakan masjid sekalipun memiliki semangat revolusioner dan harus menduduki beberapa jabatan politik.

Ia bernama lengkap Muhammad Reza Mahdawikani dan merupakan imam kedua Masjid Jalili Tehran serta mantan kepala Dewan Ahli Kepemimpinan Republik Islam Iran.

 

Di Jalan Iransyahr Selatan, kala itu terdapat sebuah taman besar milik Mahdi Jalili Farsychi. Selama bulan Muharram dan Shafar, warga menggelar ritual duka di taman pribadi ini. Muhammad Taqi Falsafi menjadi orator utama ketika itu.

 

Setelah beberapa waktu berjalan, mengingat kawasan itu tidak memiliki masjid, warga meminta supaya dibangun sebuah masjid di kawasan ini. Para peserta ritual duka mengusulkan supaya sebuah masjid dibangun di taman Jalili tersebut. Akhirnya, sebuah masjid terbangun di taman ini dengan dana pribagi. Masjid pun diberi nama pemilik taman dan dana. Masjid Jalili pun dibangun dalam rentang waktu waktu antara tahun 1956 hingga 1960.

 

Jalili menyerahkan kepengurusan masjid kepada Ayatullah Zainul Abidin Sorkhei. Setelah beberapa masa, ia menunjuk Muhammad Reza Mahdawikani yang merupakan menantunya menjadi imam Masjid Jalili.

 

Setelah menerima mandat ini, tindakan pertama yang dilakukan oleh Ayatullah Mahdawikani adalah membersihkan pinggiran masjid dari tampilan-tampilan nonagamis, seperti toko-toko penjual alkohol.

 

Kegiatan lain yang dicetuskan oleh Ayatullah Mahdawikani adalah pelajaran fiqih Islam berdasarkan fatwa Imam Khomeini ra. Setelah Imam Khomeini ra diasingkan, Masjid Jalili berubah menjadi pusat untuk berperang melawan rezim Syah Pahlevi.

 

Aktifitas kajian tafsir dan ekonomi Islam berhasil menarik simpati para mahasiswa untuk hadir di Masjid Jalili.

 

Hingga kemenangan Revolusi Islam Iran, Masjid Jalili masih tetap aktif. Sekalipun terpaksa harus menerima tanggung jawab politik demi negara, Ayatullah Mahdawikani masih tetap memberikan perhatian terhadap pelayanan sosial. Akan tetapi, ia terpaksa harus undur diri dari posisi imam Masjid Jalili.

 

Di Universitas Imam Shadiq Tehran, di samping menjabat sebagai rektor, Ayatullah Mahdawikani juga menjabat sebagai imam masjid perguruan tinggi ini.

 

581354

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar