خبرگزاری شبستان

الأربعاء ٢٦ جمادى الأولى ١٤٣٨

Wednesday, February 22, 2017

Waktu :   2/15/2017 5:31:35 PM ID Berita : 27210

Indonesia Gambaran Kota Madani
SHABESTAN — Di bawah rindangnya pepohonan dan tiupan semilir angin pelataran Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Polewali, dihadapan para guru madrasah yang peringati Maulid nabi Muhammad SAW, Kakanwil kemenag Sulbar Muhdin menekankan pentingnya merawat Pancasila dalam bingkai negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

Muhdin mengutip pendapat mantan wakil menteri agama republik Indonesia yang kini menjabat imam masjid Istiqlal Professor Nasaruddin Umar, bahwa negara Indonesia merupakan penjabaran dari piagam madinah. Konsep yang dijalankan Rasulullah pada saat memimpin pemerintahan di Madinah setelah nabi hijrah dari Mekah.

"Kita mesti bersyukur bahwa kita tak pernah mendengar ada yang terusir ketika beribadah di masjid, gereja atau vihara serta tempat ibadah lainnya. Ini menggambarkan betapa nyamannya kehidupan berbangsa di Indonesia," kata Muhdin, Rabu (15/2).

Padahal, kata dia, masyarakat Tanah Air terdiri dari berbagai suku bangsa yang tersebar di tujuh belas ribu pulau dengan berbagai macam agama dan kepercayaan. Muhdin membayangkan, seandainya Indonesia tidak hidup rukun dan damai dengan mayoritas Islam maka dipastikan Islam dicap sebagai teroris. "Untungnya, Islam di Indonesia bisa menjawab itu dan hidup berdampingan sebagai rahmat bagi semua," papar Kakanwil.

Di hadapan para tenaga pendidikan, Kakanwil memberi instruksi agar jangan sampai ada warga kementerian agama menjadi provokator yang bisa memecahbelah kebersamaan dan kehidupan kebangsaan. Selain itu, hendaknya warga Kementerian Agama tidak sampai berafiliasi dengan organisasi terlarang yang arahnya mengarah pada pengrusakan semangat Bhinneka Tunggal Ika. "Sepatutnya kita berpikir bahwa Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati," ucap Muhdin.

 

[Sumber: ROL]

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar