خبرگزاری شبستان

الأربعاء ٤ شوّال ١٤٣٨

Wednesday, June 28, 2017

Headline Berita

Produksi Halal Dunia Meningkat 8 Persen Menjadi 2.3 Triliun Dolar

SHABESTAN — Produksi dan pelayanan halal di dunia meningkat sebesar 8 persen. Dengan peningkatan ini, setiap tahun, produk ini telah melewati angka 2.3 triliun dolar.

Waktu :   3/14/2017 7:47:57 PM ID Berita : 27828

Diplomasi Australia dan Indonesia Lewat Hijab
SHABESTAN — Sebanyak tujuh desainer hijab dan busana santun asal Indonesia menampilkan karya mereka di kota Sydney, New South Wales, Australia. Acara ini digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Perempuan Internasional.

Acara 'Sydney Hijab Spark' digelar di Wisma Indonesia pada Sabtu (11/3) dengan menampilkan koleksi rancangan Inez Kantahuri, Lia Soraya, Lia Afif, Yemi Sudibjo, Marijana Rohmah, Rida Kartini, dan Tuty Adib. Model-model yang memeragakan pakaian-pakaian bergaya santun dan hijab ini berasal dari berbagai suku di Indonesia, bahkan beberapa diantaranya adalah warga negara Australia dan negara lainnya.

 

"Kita patut bangga modest wear [busana santun] buatan Indonesia tidak kalah dari produk karya Dolce and Gabbana buatan Italia, atau H&M buatan Cina," ujar Ibu Irene Mulyana, Ketua Dharma Wanita Persatuan KJRI Sydney, yang menjadi penyelenggara acara.

 

Konsul Jenderal RI untuk New South Wales, Queensland, dan South Australia, Dr Yayan GH Mulyana menjelaskan berdasarkan Global Islamic Economic Report, masyarakat Muslim di seluruh dunia telah menghabiskan hingga 230 miliar dolar AS atau lebih dari Rp 2.000 triliun per tahun untuk membeli pakaian dan fashion.

 

"Ekonomi kreatif Indonesia, termasuk busana hijab dan modest wear buatan Indonesia, memiliki potenis jual yang sangat tinggi di Australia," jelas Yayan.

 

Koleksi rancangan para desainer Indonesia tersebut menampilkan keragaman tekstil tradisional, yang dibuat dengan proses membatik dan menenun. Teknik ini menjadi ciri khas dari tekstil yang dikedepankan oleh Indonesia.

 

Tidak hanya pagelaran busana, sebanyak lebih dari 150 pengunjung Wisma Indonesia juga mengikuti talk show dengan tema memadupadankan busana Muslim Nusantara dan hijab tutorial. Di akhir acara, para pengunjung mendapat kesempatan untuk bisa langsung bertemu dengan tujug desainer dan membeli hasil karya rancangan mereka.

 

Berdiplomasi lewat sektor ekonomi kreatif

 

Fashion Diplomacy adalah salah satu program yang menjadi sorotan KJRI di Sydney dengan menggelar sejumlah peragaan busana dalam setahun terakhir. Dan hal ini pun sejalan dengan fesyen yang telah dianggap sebagai salah satu pilar politik luar negeri Australia, seperti yang dijelaskan Yayan.

 

Pada bulan Maret 2016 lalu, KJRI Sydney pernah menggelar 'Indonesia Beautiful' dengan menampilkan dua perancang Indonesia, Nita Seno Adji dan Ba’i Soemarlono serta dua perancang yang sudah dikenal di Australia, yakni Akira Isogawa dan Haryono Setiadi. Keempatnya terlibat dalam membuat rancangan dengan tekstil batik.

 

Yayan mengatakan industri fesyen adalah penyumbang kedua terebesar untuk pendapatan Indonesia di sektor ekonomi kreatif, setelah industri kuliner. Pagelaran busana 'Indonesia Beautiful' rencananya akan kembali digelar di tahun 2017 ini.

 

[Sumber: ROL]

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar