خبرگزاری شبستان

السبت ٢٨ ربيع الأوّل ١٤٣٩

Saturday, December 16, 2017

Waktu :   6/18/2017 1:40:25 AM ID Berita : 28712

Israel Tepis Klaim ISIS Soal Dalangi Penikaman Polwan
SHABESTAN — Otoritas Israel menepis klaim kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang menyebut kelompoknya mendalangi penikaman seorang polisi wanita hingga tewas. Israel menegaskan, tidak ada bukti keterlibatan ISIS dalam serangan di Yerusalem itu.

Seorang polwan Israel bernama Hadas Malka (23) tewas setelah ditikam di dekat gerbang Damaskus, Kota Tua, Yerusalem, pada Jumat (16/6) waktu setempat. Kepolisian Israel menyebut, pelaku penyerangan merupakan tiga warga Palestina yang berasal dari Tepi Barat.

Ketiga pelaku melakukan serangan bersamaan di dua lokasi terpisah di dekat gerbang Damaskus. Dua pelaku melepaskan tembakan dan berusaha menikam kerumunan polisi, sedangkan satu pelaku lainnya menikam seorang polisi wanita penjaga perbatasan.

Ketiga pelaku akhirnya tewas ditembak polisi Israel yang ada di lokasi.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Sabtu (17/6/2017), juru bicara Kepolisian Israel, Luba Simri, menyatakan bahwa otoritas Israel sejauh ini tidak menemukan keterkaitan antara tiga pelaku dengan kelompok militan manapun.

"Itu merupakan sel lokal. Pada tahap ini, tidak ada indikasi yang menunjukkan serangan itu diarahkan oleh organisasi teroris maupun keterkaitan dengan organisasi manapun," tegas Simri.

Klaim ISIS dilaporkan oleh kantor berita Amaq, yang memang kerap memberitakan propaganda kelompok radikal itu. Organisasi pemantau militan, SITE Intelligence, menyebut ini merupakan pertama kalinya ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan di dalam wilayah pendudukan Israel.

Selain ditepis oleh Israel, klaim ISIS juga dibantah oleh Hamas dan Front Rakyat Pembebasan Palestina (PFLP). Kedua kelompok itu mengklaim ketiga pelaku penyerangan sebagai anggota mereka.

"Tiga pahlawan martir yang mengeksekusi operasi Yerusalem tidak memiliki keterkaitan dengan Daesh (nama Arab ISIS), mereka terafiliasi dengan PFLP dan Hamas," terang pejabat senior Hamas, Izzat El-Reshiq, via Twitter.

 

[Sumber: Detik]

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar