خبرگزاری شبستان

الثلاثاء ٣ ربيع الأوّل ١٤٣٩

Tuesday, November 21, 2017

Waktu :   11/13/2017 3:40:55 PM ID Berita : 30388

Wisata Muslim, Cara Warga Hungaria Atasi Islamofobia
SHABESTAN — Di tengah ketatnya kampanye anti-imigran oleh pemerintah Hungaria, warga setempat melakukan tur berjalan kaki, mengunjungi komunitas-komunitas Muslim dan masjid, untuk mengenal lebih dekat tentang Islam. Ini juga menjadi salah satu cara mengatasi problem islamofobia di sana.

Kegiatan tersebut kini populer di Budapest, ibu kota Hungaria. Setamuhely (Budapest Walkshop), penyelenggara wisata ini, memandu peserta ke 30 destinasi berbeda, berkeliling di situs-situs budaya serta arsitektur kota milik komunitas Yahudi dan Muslim.

 

Anna Lenard, pengelola bisnis ini, menyebut wisata "Muslim yang tinggal di tengah kita" itu sebagai paling populer belakangan ini. Padahal, wisata Muslim serupa sudah ada sejak tiga tahun lalu tapi dengan peminat yang sangat sedikit.

 

"Kebanyakan orang belum pernah bertemu dengan seorang Muslim dalam kehidupan mereka," katanya, seperti dilansir Reuters, Selasa (7/11).

 

Menurutnya, kondisi ini, bersamaan dengan berita setiap hari di media, menyebabkan banyak ketegangan dalam kehidupan sehari-hari. "Saya pikir inilah alasan utama mengapa orang datang sekarang," katanya.

 

Anna menambahkan, sebagian besar peserta perjalanan ini bergelar sarjana dan dua pertiga adalah adalah perempuan.

 

Jumlah Muslim Hungaria diperkirakan mencapai sekitar 40.000 jiwa, tumbuh bersama krisis migrasi tahun 2015, meskipun kebanyakan dari mereka datang lebih awal untuk belajar di universitas-universitas Hungaria.

 

[Sumber: NU Online]

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar