خبرگزاری شبستان

الثلاثاء ٣ ربيع الأوّل ١٤٣٩

Tuesday, November 21, 2017

Waktu :   11/13/2017 7:42:07 PM ID Berita : 30394

Menjalankan Perintah Agama Berdasarkan Pengetahuan
SHABESTAN – Manusia membutuhkan waktu yang panjang untuk mendapatkan pengetahuan tentang taklif atau kewajiban agamanya sehingga ia bisa melalui jalan kesempurnaan dengan pengetahuan tersebut.

Hal ini disampaikan Hujjatul Islam Syaikh Abbas Akhwan dalam ceramahnya yang menjelaskan tentang di antara kekhawatiran manusia ialah apakah ia telah melakukan kewajibannya atau belum.
Dijelaskannya, sebelum kekhawatiran ini semakin membara di dalam diri manusia yang pertama harus dilakukan ialah mengenal hakikat dan tugas dan kewajiban tersebut, dengan demikian selama manusia belum mengetahui hakikat kewajibannya tersebut maka kekhawatirannya tidak ada faidahnya sama sekali.

Terkadang manusia menganggap sebagian amalan yang dilakukannya sebagai kewajiban tersebut, padahal amalan yang mereka lakukan tidak ada tuntunannya dan bahkan jauh dari akal.
Bahkan sebagian orang berdasarkan gambaran-gambaran yang salah mereka berfikir bahwa apa yang mereka lakukan adalah amalan yang ditaklifkan kepada mereka padahal tidaklah demikian, karena menunaikan taklif butuh pada pengetahuan.

Imam Sajjad as dalam sebuah riwayatnya berkata “wahai anakku! Jangan letakkan pundak kalian di jembatan surga yang akan dilalui orang-orang”, manusia membutuhkan waktu yang panjang untuk mendapatkan pengetahuan tentang taklif atau kewajiban agamanya sehingga ia bisa melalui jalan kesempurnaan dengan pengetahuan tersebut.

Untuk itu manusia harus mengkaji agamanya sebatas kemampuan mereka dan beramal berdasarkan apa yang ia dapatkan darinya. Karena mendapatkan makrifat dan pengetahuan dari agama adalah tanda dari berkembangnya akal manusia, demikian jelasnya.


669062

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar