خبرگزاری شبستان

الثلاثاء ٣ ربيع الأوّل ١٤٣٩

Tuesday, November 21, 2017

Waktu :   11/14/2017 11:47:40 PM ID Berita : 30408

KH Said Aqil: Ulama Bangun Nasionalisme Bangsa
SHABESTAN — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa pemimpin agama atau ulama mempunyai peran penting dalam membangun rasa nasionalisme bangsa Indonesia. hal itu ia sampaikan pada kegiatan Training of Trainer (ToT) yang mengangkat tema “Pemimpin Agama dan Perubahan Gerakan Revolusi Mental” di Gedung PBNU Jakarta, pada Senin (13/10).

Kiai Said menjelaskan, bahwa nasionalisme itu ialah upaya seluruh warga bangsa untuk bersama mencintai dan membangun negaranya tanpa menanggalkan identitas suku, bangsa, dan keyakinannya. Menurutnya, nasionalisme ulama Indonesia berbeda dengan ulama di Arab.

Nasionalisme pemimpin agama di Indonesia dengan di Arab, misalnya, itu berbeda. Kalau di Indonesia, ulama itu ya ahli agama dan nasionalis, sedangkan di Arab, mereka mungkin ahli agama, tetapi jiwa nasionalisnya enggak ada,” ucapnya.

Perbedaan itu, lanjut dia, terlihat dari bukti ketika sejumlah ulama di Arab yang ‘alim dan banyak mengarang kitab, tetapi tidak berdaya ketika negaranya terjadi konflik dan tragedi kemanusiaan. Sementara ulama-ulama Indonesia sangat berperan dalam menciptakan kedamaian di tengah masyarakat yang terkenal majemuk ini.

“Ini berbeda dengan Indonesia, meskipun ia adalah kiai kampung, tetapi perannya dalam menciptakan kehidupan damai dan memberi teladan baik atau uswah hasanah kepada masyarakat terbukti mewujudkan kehidupan aman dan tenteram,” ungkap kiai Said.

Kegiatan Training of Trainer (ToT) tersebut diadakan PBNU bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Melalui kegiatan itu, PBNU dan Kemenko PMK berkomitmen mewujudkan gerakan revolusi mental lewat para pemimpin agama.

[Sumber: LI]

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar