خبرگزاری شبستان

الأحد ٢٩ ربيع الأوّل ١٤٣٩

Sunday, December 17, 2017

Waktu :   12/5/2017 2:35:51 PM ID Berita : 30650

New York Times Laporkan Sistem Patriot Gagal Rontokkan Rudal Yaman
SHABESTAN — Surat kabar New York Times (NYT) membuat laporan yang mengutip keterangan para pakar militer bidang rudal bahwa rudal balistik yang diluncurkan kelompok Ansarullah (Houthi) di Yaman ke Bandara Khalid di utara Riyadh, ibu kota Arab Saudi, telah mengena sasaran. Dengan demikian demikian maka pengakuan Saudi berhasil merontokkan rudal itu dengan sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat (AS) tidak benar.

Dalam artikel berjudul “Apakah Pertahanan Rudal Amerika Gagal di Arab Saudi?” yang dilansir NYT Senin (4/12/2017) disebutkan bahwa mereka menilai rudal itu mengena halaman Bandara, dan karena itu banyak negara Arab lantas menyatakan solidaritasnya kepada Saudi sembari mengecam Ansarullah.

Saudi mengaku berhasil menembak jatuh sebuah rudal balistik yang ditembakkan Ansarullah bulan lalu itu, dan menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan kemenangan bagi Saudi dan Amerika Serikat, yang membekali Saudi dengan rudal Patriot.

“Sistem kami menghantam rudal dari udara. Begitulah bagusnya kita. Tidak ada yang membuat apa yang kita buat, dan sekarang kita menjualnya ke seluruh dunia,” kata Presiden AS Trump keesokan harinya dari Air Force One dalam perjalanan ke Jepang, satu dari 14 negara yang menggunakan sistem tersebut.

Tapi analisis foto dan video serangan yang dipublikasi ke media sosial menunjukkan bahwa pengakuan Saudi dan AS itu bisa jadi omong kosong.

Bukti yang dianalisis oleh tim peneliti ahli rudal cenderung menunjukkan hulu ledak rudal tersebut terbang tanpa tanpa terhambat pertahanan Saudi dan hampir mencapai targetnya, bandara Riyadh. Hulu ledak diledakkan begitu dekat dengan terminal domestik sehingga pengunjung Bandara melompat dan keluar dari tempat duduk mereka.

Beberapa pejabat AS meragukan apakah Saudi telah menghantam rudal yang masuk, dengan mengatakan bahwa tidak ada bukti bahwa hal itu terjadi. Sebaliknya, kata mereka, tubuh rudal dan hulu ledak yang masuk mungkin telah terlepas karena kecepatan dan kekuatannya yang sesungguhnya.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa Ansarullah telah tumbuh cukup kuat untuk mencapai sasaran utama di Arab Saudi, yang mungkin mengubah keseimbangan perang mereka selama bertahun-tahun. Dan mereka menggarisbawahi keraguan panjang tentang teknologi pertahanan rudal, sebuah inti strategi pertahanan nasional AS dan sekutunya, terutama terhadap Iran dan Korea Utara.

“Pemerintah berbohong tentang efektivitas sistem ini. Atau mereka salah informasi, dan itu harus membuat kita kuatir, “kata Jeffrey Lewis, seorang analis yang memimpin tim peneliti, yang berbagi temuannya dengan NYT.

Rudal yang terlihat dalam video yang dirilis oleh Ansarullah tersebut diyakini sebagai “Burqan-2”, varian rudal Scud yang digunakan di seluruh Timteng dengan jarak jelajah sekitar 600 mil atau 965 kilometer.

[Sumber: LI]

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar