خبرگزاری شبستان

الثلاثاء ٦ شوّال ١٤٣٩

Tuesday, June 19, 2018

Headline Berita

Sayyidah Zahra sa Teladan Semua Kalangan

SHABESTAN – Anak-anak bisa meneladani hijab Sayyidah Zahra sa, anak remaja bisa meneladani Sayyidah Zahra sa dalam hal semangatnya dan kehadirannya di sisi Imam Ali as dalam setiap keadaan, keberaniannya dapat menarik generasi muda untuk meneladaninya dan bagi para ibu Sayyidah Zahra bisa menjadi teladan dalam mendidik anak-anak.

Waktu :   12/16/2017 1:47:26 PM ID Berita : 30771

Surat Al-Fatihah dan Memahami Al-Qur’an
SHABESTAN – Berdasarkan ayat-ayat Ilahi mukhatab Al-Qur’an Karim ialah semua manusia, dengan demikian bahasa dan ras bukanlah tolak ukur dalam memahami Al-Qur’an, akan tetapi fitrah dalam memamahi itu sendiri.

Hal ini disampaikan Hujjatul Islam Sayyid Muhammad Husain Azhimi dalam kajian tafsirnya. Dijelaskannya, surat Al-Fatihah adalah satu di antara surat yang terpenting di dalam Al-Qur’an, dimana nisbah surat ini dengan Al-Qur’an seperti nisbah manusia dengan alam semesta ini.

Ia menambahkan, Allah swt telah menyimpulkan semua Al-Qur’an di dalam surat Al-Fatihah, oleh karena itu barang siapa yang memahami surat Al-fatihah maka sama dengan memahami seluruh ayat-ayat Al-Qur’an, oleh karena itu juga tafsir surat Al-Fatihah sangatlah berat.

Berdasarkan ayat-ayat Ilahi mukhatab Al-Qur’an Karim ialah semua manusia, dengan demikian bahasa dan ras bukanlah tolak ukur dalam memahami Al-Qur’an, akan tetapi fitrah dalam memamahi itu sendiri, terangnya.

Allah swt berfirman “Kami mudahkan Al-Qur’an ini bagi orang-orang yang mau berfikir,” di dalam Al-Qur’an Allah swt menggunakan misal dan perumpamaan yang berlimpah supaya kita semua dapat memahami kalam Ilahi ini dengan mudah.

Saat menjelaskan Al-Qur’an Karim Rasulullah saww tidak berbicara berdasarkan kehendaknya, karena semuanya berasal dari Allah swt.
Al-Qur’an adalah mukjizat nabi Muhammad saww yang tidak akan pernah usang, karena Qur’an merupakan undang-undang alam semesta ini, jika manusia selalu akrab dengan kalam Ilahi ini maka sedikitpun tangannya tidak akan berhenti berbuat baik.

Allamah Thabathaba’i yang telah memanfaatkan Al-Qur’an dengan sebaik-baiknya namun ia merasa tidak melakukan apa-apa karena semua merupakan kasih sayang dari Allah swt. Begitu juga dengan nabi Muhammad saww dan Imam Makshum as yang merasa bukan apa-apa di hadapan Allah swt, oleh karena itu mereka mendapatkan semuanya, demikian jelasnya.


676286

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar