خبرگزاری شبستان

الأربعاء ١٦ المحرّم ١٤٤٠

Wednesday, September 26, 2018

Waktu :   1/3/2018 8:16:10 PM ID Berita : 30951

Dunia Maya Menjadi Petaka Bagi Masyarakat
SHABESTAN — Ayatullah Makarim Syirazi di pembukaan kuliah ijtihad hari ini mengupas demonstrasi terbaru yang sedang menimpa Iran beberapa hari terakhir ini.

“Masyarakat Iran memang memiliki problem. Sekarang mereka hanya memiliki satu pilihan untuk menyampaikan protes mereka. Yaitu menggelar demonstrasi di jalanan supaya para petinggi negara mendengar jeritan mereka,” ujar Ayatullah Makarim Syirazi.

 

“Tidak bisa dipungkiri ada beberapa oknum yang merupakan kombinasi dari anti revolusi dan kelompok munafikin menggabungkan diri dengan masyarakat demonstran dan melakukan aksi-aksi anarkis, perusakan, dan penghinaan terhadap simbol-simbol keagamaan,” lanjut penuturan Ayatullah Makarim.

 

Ayatullah Makarim melanjutkan, “Para setan asing juga memanfaatkan kesempatan ini secara sempurna dan mengajarkan taktik-taktik perusakan di berbagai kawasan.”

 

“Sekarang seluruh tabir telah tersingkap dan seluruh konspirasi juga telah terbeber. Rakyat Iran akan menjawab semua ini dengan demonstrasi besar yang akan mereka gelar,” tukas Ayatullah Makarim.

 

Ayatullah Makarim mengusulkan supaya para petinggi negara mendengarkan permintaan dan jeritan rakyat. “Jalan terbaik untuk masalah ini adalah para petinggi negara mengalokasikan satu hari dalam seminggu untuk mendengarkan laporan rakyat sehingga mereka bisa mengetahui apa sebenarnya problem yang sedang dihadapi rakyat,” ujarnya.

 

Sehubungan dengan bahaya media maya, Ayatullah Makarim Syirazi menegaskan, “Saya pribadi telah berkali-kali memperingatkan kepada para petinggi negara termasuk presiden bahwa media maya ini adalah petaka bagi seluruh masyarakat. Media ini bukan hanya akan membidik agama, iman, akhlak, dan seluruh simbol keagamaan, tetapi juga akan memasukkan kebejatan ke dalam setiap rumah dan merusak kehidupan rumah tangga. Bahkan bisa menjadi ancaman bagi Revolusi Islam dan keamanan masyarakat.”

 

“Sayangnya, tidak ada telinga yang mau mendengarkan. Dan sekarang kita saksikan sendiri media ini telah menyerang mereka,” lanjut Ayatullah Makarim.

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar