خبرگزاری شبستان

الجمعة ٣ جمادى الأولى ١٤٣٩

Friday, January 19, 2018

Waktu :   1/9/2018 1:59:55 PM ID Berita : 31002

Manusia yang Bertakwa Tidak akan Mencari Kemuliaan Lainnya
SHABESTAN – Sebagaimana Al-Qur’an yang menjadikan ketakwaan sebagai tolak ukur kemuliaan seseorang, Amirul Mukminin Imam Ali as dalam hikmahnya juga mengatakan “tidak ada kemuliaan yang lebih tinggi dari pada ketakwaan.”

Hal ini disampaikan Ayatullah Ali Akbar Reshad dalam kajiannya di hauzah Ilmiah Imam Ridha as, kemarin. Dijelaskannya, saat manusia merujuk pada kalam atau ucapan Imam Makshum as maka ia akan melihat bahwa apa yang Imam Makshum as ucapkan sama dengan kalimat dan ayat-ayat Al-Qur’an.

Ia menambahkan, sebagaimana Al-Qur’an yang menjadikan ketakwaan sebagai tolak ukur kemuliaan seseorang, Amirul Mukminin Imam Ali as dalam hikmahnya juga mengatakan “tidak ada kemuliaan yang lebih tinggi dari pada ketakwaan.”

Kemuliaan dan keagungan seseorang tidak diukur dari keindahan materinya, akan tetapi tolak ukur kemuliaan ialah ketakwaan. Hanya orang yang bertakwa yang bisa dikatakan lebih mulia dari yang lainnya, yakni kemuliaannya ialah kebaikan dan kesempurnaan yang dimilikinya, terangnya.

Terkadang beberapa keutamaan sebab seseorang menjadi mencari keutamaan lainnya, namun saat ketakwaan yang menjadi tolak ukurnya maka hal itu tidak akan terjadi. Dengan demikian jika seseorang membanggakan dirinya dengan ketakwaannya maka ketakwaannya akan menjadi pertanyaan, karena hal itu bertentangan dengan ketakwaan itu sendiri.

Kemuliaan yang sesungguhnya dapat diperoleh dengan ketakwaan, dan takwa lebih utama dari apapun yang paling bernilai, karena takwa adalah sumber dari kemuliaan itu sendiri. Tanpa ketakwaan manusia tidak akan pernah bisa berjihad, karena manusia yang berjihad harus memiliki ketakwaan sehingga ia mampu meninggalkan semuanya dan berjihad di jalan Allah swt, demikian jelasnya.


681268

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar