خبرگزاری شبستان

الجمعة ٣ جمادى الأولى ١٤٣٩

Friday, January 19, 2018

Waktu :   1/10/2018 2:35:08 PM ID Berita : 31014

Makna dan Hakikat “Raj’ah”
SHABESTAN – Pada hakikatnya raj’ah ialah bagian dari hari kiamat, namun perbedaan antara raj’ah dengan hari kiamat ialah dalam raj’ah hanya sekelompok orang saja yang hidup kembali, adapun pada hari kiamat nanti seluruh manusia akan dibangkitkan kembali.

Shabestan News Agency, secara bahasa “raj’ah” bermakna kembali dan secara istilah kalam dan hadits bermakna kembalinya sekelompok orang mukmin yang ikhlas dan orang kafir yang jahat ke dunia ini setelah kematiannya sebelum hari kiamat nanti, sebagaimana disebutkan dalam kitab Biharul Anwar Jilid 35 halaman 138.

Pada hakikatnya raj’ah ialah bagian dari hari kiamat, namun perbedaan antara raj’ah dengan hari kiamat ialah dalam raj’ah hanya sekelompok orang saja yang hidup kembali, adapun pada hari kiamat nanti seluruh manusia akan dibangkitkan kembali.

Dalam hal ini Allamah Thabathabai mengatakan bahwa riwayat-riwayat yang menetapkan tentang raj’ah meskipun secara zahir berbeda-beda, namun semua riwayat tersebut sepakat dalam makna bahwa sejum;ah orang yang bersama Allah swt dan memusuhi Allah swt yang telah mati akan hidup kembali, dan kelak hak dan batil akan dipisahkan satu sama lainnya.

Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa raj’ah bermakna kembalinya seseorang ke dunia ini, banyak ayat-ayat yang mengisyaratkan hal ini, di antaranya ialah :
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: "Matilah kamu", kemudian Allah menghidupkan mereka”, ayat ini mengisyaratkan tentang dihidupkannya kembali 70 ribu orang yang mati di tangan taghut.

“Lalu Kami berfirman: "Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu!" Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dam memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti”, ayat ini berkenaan dengan pembunuhan di Bani Israil, kemudian atas izin Allah ia hidup kembali.


681496

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar