خبرگزاری شبستان

الجمعة ٣ جمادى الأولى ١٤٣٩

Friday, January 19, 2018

Waktu :   1/10/2018 7:57:23 PM ID Berita : 31015

Merasakan Kehadiran Imam Zaman afs
SHABESTAN – Jiwa Intizhar mengajarkan kepada manusia untuk berperang di jalan kebaikan. Namun jika tidak ada harapan dalam Intizhar maka pertempuran tidak akan ada maknanya dan juga jika tidak ada keyakinan terhadap masa depan Intizhar juga tidak akan ada maknanya.

Shabestan News Agency, dalam kitab “kami menanti matahari dan mahdawiyat dalam prespektif Sayyid Ali Khamenei” Hujjatul Islam Hasan Mula’i menjelaskan bahwa mengimani dan meyakini Imam Zaman afs tidak akan membiarkan kita tunduk kepada apapun. Meyakini Imam Zaman afs tidak akan membiarkan kita pasrah.

Namun semua itu dengan syarat kita memahami akidah ini dengan benar, karena ketika akidah ini dengan hakikatnya bersemayam di dalam hati kita maka kehadiran Imam Zaman afs yang dalam keadaan gaib ini akan dirasakan oleh kita semua.

Jiwa Intizhar mengajarkan kepada manusia untuk berperang di jalan kebaikan. Namun jika tidak ada harapan dalam Intizhar maka pertempuran tidak akan ada maknanya dan juga jika tidak ada keyakinan terhadap masa depan Intizhar juga tidak akan ada maknanya.

“Intizhar adalah suatu perbuatan, sebuah persiapan, sebuah motivasi yang kuat baik di dalam hati maupun di luarnya, Intizhar adalah sebuah semangat dan pergerakan yang tiada batasnya di dalam semua bidang.”

Imam Zaman afs sebagai teladan bagi setiap orang mukmin, Imam afs akan memerangi orang-orang kafir, dan kita sebagai pengikut Syi’ah yang mengikutinya maka kita juga harus berperang melawan orang-orang kafir.

Imam Zaman afs berjuang untuk menegakkan keadilan. Kita yang bermakmum kepadanya maka kita juga harus berjuang dalam menegakkan keadilan.


680729

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar