خبرگزاری شبستان

الجمعة ٩ شوّال ١٤٣٩

Friday, June 22, 2018

Headline Berita

Penghancuran Pekuburan Baqi’, Catatan Kemazhluman Syi’ah

SHABESTAN – Namun sangat disayangkan, akibat ulah pemikiran fanatik buta yang diyakini Wahabi membuat banyak peninggalan berharga Islam ini dengan dalih menjauhi kesyirikan mereka menghancurkan hampir semua peninggalan Islam yang sudah ada sejak zaman Rasulullah saww. Dan hanya sedikit sekali yang tersisa.

Waktu :   1/11/2018 11:03:19 PM ID Berita : 31026

Kalbu Orang Mukmin Tempat Hikmah Bersemayam
SHABESTAN – Imam Ali as berkata “Ambillah butir-butir kebijaksanaan di mana pun ia berada, karena apabila ucapan kebijaksanaan berada di dada seorang munafik, ia menggelepar sampai ia keluar dan bermukim dengan yang lain-lain yang sejenisnya di dada orang mukmin.”

Shabestan News Agency, ajaran-ajaran Ahlul Bait as, hikmah serta wejangannya tidak hanya berlaku pada masa hidup mereka saja, akan tetapi ajaran mereka berlaku sampai hari kiamat nanti dan dengannya kita bisa mencapai kehidupan yang baik.

Amirul Mukminin Imam Ali as berkata “Ambillah butir-butir kebijaksanaan di mana pun ia berada, karena apabila ucapan kebijaksanaan berada di dada seorang munafik, ia menggelepar sampai ia keluar dan bermukim dengan yang lain-lain yang sejenisnya di dada orang mukmin.”

Pesan yang bisa diambil dari hikmah Imam Ali as ialah bahwa mempelajari ilmu di setiap waktu dan tempat adalah hal yang wajib, bahkan mempelajari ilmu adalah hal yang wajib meski bagi seorang yang munafik sekalipun, meski kalbu orang munafik bukanlah tempat yang tepat untuk sebuah hikmah.

Karena tempat yang pas untuk hikmah ialah dada dan kalbu orang mukmin karena ia adalah pemiliki hikmah tersebut.

Sebagai tambahan, Al-Qur’an Karim merupakan kitab suci yang penuh dengan hikmah dan ucapan-ucapan hikmah yang tiada habisnya dari Allah swt, selain itu sumber kata-kata hikmah Imam Makshum as semuanya berasal dari hikmah Ilahi sehingga bisa dikatakan bahwa tidak mentaati mereka adalah kerugian terbesar, terangnya.

Manusia jika memperhatikan alam semesta dan ayat-ayat Ilahi maka pasti ia tidak akan tunduk lagi terhadap hawa nafsu, karena hati yang berada dalam kelompok yang hak maka kesesatan dan penyimpangan tidak akan ada maknanya.


680736

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar