خبرگزاری شبستان

السبت ٧ ربيع الثاني ١٤٤٠

Saturday, December 15, 2018

Headline Berita

Ahlul Bait as Penunjuk Jalan di Dunia Ini

SHABESTAN – Dalam doa ke 42 di dalam Shahifah Sajjadiyah menjelaskan kepada kita jalan dan tujuan mana yang akan kita jalani yang kelak akan membawa manusia pada tujuan utama. Al-Qur’an dan Ahlul Bait as adalah penunjukan jalan di dunia ini, dimana Allah swt sudah menunjukan jalan ini sejak 14 abad silam.

Waktu :   1/11/2018 11:22:46 PM ID Berita : 31027

Hikmah Imam Ali as tentang Keadaan Manusia
SHABESTAN – "Bagaimana keadaan orang yang hidupnya sedang digiring ke arah maut, yang keadaan sehatnya dapat berubah setiap saat menjadi sakit, dan yang harus ditangkap (oleh maut) dari tempat keamanannya."

Shabestan News Agency, ajaran-ajaran Ahlul Bait as, hikmah serta wejangannya tidak hanya berlaku pada masa hidup mereka saja, akan tetapi ajaran mereka berlaku sampai hari kiamat nanti dan dengannya kita bisa mencapai kehidupan yang baik.

Dalam hikmahnya, Imam Ali as berkata “Amirul Mukminin as pernah ditanya: "Bagaimana keadaan Anda, ya Amirul Mukminin?" la menjawab, "Bagaimana keadaan orang yang hidupnya sedang digiring ke arah maut, yang keadaan sehatnya dapat berubah setiap saat menjadi sakit, dan yang harus ditangkap (oleh maut) dari tempat keamanannya."

Saat manusia dalam keadaan sehat walafiyat yang belum terkena penyakit apa-apa ia akan ingat keadaan sehatnya saat sakit telah menghampirinya jika tidak maka sedikitpun ia tidak akan ingat tentang sehatnya.

Kemudian dalam pesannya Imam Ali as kembali berpesan “Jauhkanlah dirimu dari hal-hal yang menimbulkan kecemasan dengan cara keteguhan sabar dan kemurnian iman”, kemudian Imam berkata “salah satu hal-hal yang menimbulkan kecemasan dalam diri manusia ialah lalai dari Allah swt, dan mengkhawatirkan rezeki.”

Pada dasarnya ruh manusia mampu utnuk berhubungan dengan alam gaib, karena jenis ruh ialah tidak terikat, yakni dengan mudahnya ruh memiliki kesiapan untuk berhubungan dengan alam gaib, namun masalahnya ada pada diri manusia itu sendiri dimana perhatiannya hanya kepada alam materi yang terbatas ini sehingga menjadi penghalang hubungannya dengan alam gaib.

Di saat ruh tersandera oleh kedengkian, amarah dan syhawat maka pada saat itu juga hubungannya dengan alam gaib terputus.


680391

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar