خبرگزاری شبستان

الخميس ٥ ذو الحجّة ١٤٣٩

Thursday, August 16, 2018

Waktu :   2/11/2018 11:11:20 PM ID Berita : 31421

Unjuk Rasa di London Menentang Penjualan Senjata ke Arab Saudi
SHABESTAN — Puluhan warga Inggris memadati kantor kedutaan besar Arab Saudi di London pada hari sabtu kemarin (3/2). Mereka mengutuk kebjakan Inggris yang terus menjual senjata dan perlengkapan militer kepada Arab Saudi.

Menurut laporan Sputnik, demonstrasi ini dimotori oleh sebuah organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang perlawanan terhadap penjualan senjata dunia (CAAT).

Para pengunjuk rasa mengungkapkan rasa kekecewaan dan kemarahan mereka terkait berlanjutnya proyek penjualan senjata kepada Arab Saudi, dimana dengan senjata-senjata tersebut, koalisi militer pimpinan Saudi terus menerus membombardir Yaman sejak tahun 2015 silam hingga sekarang.

Juru bicara lembaga CAAT kepada Sputnik mengatakan, “Sejak dimulainya perang di buan Maret 2015, Pemerintah Inggris telah menjual senjata dan perlengkapan militer kepada Arab Saudi seharga lebih dari $2 miliar. Kami meminta kepada pemerintah untuk menghentikan kebijakan ‘meraih keuntungan’ ini melihat pembunuhan dan kerusakan yang terus menerus terjadi di salah satu negara termiskin di dunia tersebut.”

Menurut laporan kantor berita tersebut, para pengunjuk rasa tersebut sebelumnya telah mengirimkan surat terbuka kepada Therasa May, Perdana Menteri Inggris pada bulan Juni tahun lalu. Dalam surat tersebut mereka meminta untuk membatalkan pertemuannya dengan Mohammad bin Salman, Putera Mahkota Arab Saudi sebagai bentuk protes atas tindakan negara tersebut terhadap Yaman.

Stefan Bell, Juru bicara kelompok Stop the War Coalition, saat diwawancarai oleh Sputnik mengungkapkan bahwa Amerika Serikat, Inggris dan Arab Saudi memiliki koordinasi yang sangat kuat dalam masalah ini. ia juga mengatakan, “Menurut hasil riset, pada hari ini sebagian besar masyarakat Inggris tidak setuju dengan dukungan Inggris kepada Arab Saudi. kami juga menyaksikan di Parlemen bahwa sebagian besar partai oposisi dan sebagian perwakilan partai Konservatif sendiri menentang keputusan dilanjutkannya dukungan terhadap Arab Saudi dalam invasinya ke Yaman. Kami yakin bahwa dengan menyuarakan masalah ini kepada masyarakat dan anggota dewan, kebijakan pemerintah dalam hal ini akan berubah.

PBB juga telah mengumumkan bahwa lebih dari 10 ribu warga sipil Yaman telah tewas akibat agresi militer pasukan koalisi pimpinan Saudi terhadap Yaman.

[Sumber: Berita Dunia]

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar