خبرگزاری شبستان

الاثنين ٤ جمادى الثانية ١٤٣٩

Monday, February 19, 2018

Headline Berita

Kemenangan Hak atas Batil adalah Hal yang Pasti

SHABESTAN – Setiap mengajak para pendengarnya Al-Qur’an karim selalu meminta untuk melihat dan menengok kisah dan sejarah orang-orang di masa lalu, supaya kita bisa mengambil pelajaran dari akhir yang buruk serta kebinasaan orang-orang yang mendustakan agama Allah swt.

Waktu :   2/13/2018 7:40:29 PM ID Berita : 31440

Keadaan Syi’ah saat Kemunculan Imam Zaman afs
SHABESTAN – Imam Zainal Abidin as yang berkata “pada saat Al-Qaim kami muncul nanti Allah swt akan menyelesaikan rintangan yang ada di antara pengikut Syi’ah, dan hati mereka akan dijadikan istiqamah sebagaima lempengan besi.”

Shabestan News Agency, terdapat banyak riwayat dari para Imam Makshum as yang menjelaskan tentang pemerintahan Imam Zaman afs dan perubahan luar biasa yang akan dibawa Imam afs.

Di antaranya ialah sebuah riwayat dari Imam Zainal Abidin as yang berkata “pada saat Al-Qaim kami muncul nanti Allah swt akan menyelesaikan rintangan yang ada di antara pengikut Syi’ah, dan hati mereka akan dijadikan istiqamah sebagaima lempengan besi serta menjadikan kekuatan kepada orang laki-laki yang satu orangnya setara dengan 40 orang.”

Selain itu, Rasulullah saww bersabda “Al-Mahdi akan keluar di akhir zaman umatku, kelak Allah swt akan memberinya hujan, bumi akan mengeluarkan tanamannya, harta akan diberikan dengan sama rata, hewan-hewan ternak akan melimpah, dan umat saat itu akan merasa agung.”


Selain itu, Banyak riwayat-riwayat yang menyebutkan bahwa akal dan pemikiran sempurna yang akan dimiliki manusia pada masa kemunculan Imam Zaman afs mencapai batasan yang sangat luar biasa, Imam Baqir as bersabda “ketika Al-Qaim kami bangkit, ia akan meletakan tangannya (perhatiannya) kepada seluruh hamba-hamba yang saleh dan ketika itu semua akalnya menjadi bertambah dan memiliki pemahaman yang luar biasa”.

Allamah Majlisi di dalam kitabnya Mir’atul Uqul menjelaskan mengenai riwayat ini, beliau mengatakan bahwa kata ganti di kalimat “tangannya” bisa kembali kepada Allah dan bisa juga kembali kepada Imam Zaman afs, meskipun begitu keduanya tetap memiliki arti ungkapan, yakni maksud dari tangannya adalah “kemurahannya”, “kebaikannya” dan “kekuatannya”, dan makna kedua yang kemungkinannya lebih besar.


689548

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar