خبرگزاری شبستان

الجمعة ٩ شوّال ١٤٣٩

Friday, June 22, 2018

Headline Berita

Penghancuran Pekuburan Baqi’, Catatan Kemazhluman Syi’ah

SHABESTAN – Namun sangat disayangkan, akibat ulah pemikiran fanatik buta yang diyakini Wahabi membuat banyak peninggalan berharga Islam ini dengan dalih menjauhi kesyirikan mereka menghancurkan hampir semua peninggalan Islam yang sudah ada sejak zaman Rasulullah saww. Dan hanya sedikit sekali yang tersisa.

Waktu :   2/16/2018 5:08:58 PM ID Berita : 31466

Menjalin Hubungan dengan Allah swt melalui Cinta
SHABESTAN – Hubungan Allah swt dengan hamba-hamba-Nya tidak hanya cukup dengan berdasarkan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya saja.

Hal ini disampaikan Hujjatul Islam Qasimian dalam kajiannya saat menjelaskan bahwa dengan pertolongan Allah swt seorang hamba dapat ebrtaubat kepada-Nya, hubungan Allah swt dengan hamba-hamba-Nya adalah sebuah hubungan yang terkadang Allah swt menggapai hamba-hamba-Nya supaya mereka dapat menemukan jalan cinta Ilahi.

Dalam sebuah riwayatnya dari salah seorang Imam Makshum as saat Allah swt berkata kepada hamba-hamba-Nya Dia berkata “wahai hamba-Ku, Aku mencintai kalian atas hak-Ku kepada kalian, dengan begitu dengan hak-Ku cintailah Aku.’

Jika kita tidak ada hasrat untuk beribadah, menghamba dan berhubungan Allah swt hal itu karena kita salah dalam menerapkannya, karena hubungan Allah swt dengan hamba-hamba-Nya tidak hanya cukup dengan berdasarkan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya saja, meskipun hal tersebut memberikan kita surga atau neraka, akan tetapi berkenaan dengan hubungan dengan Allah swt harus berdasarkan cinta yang kuat.

Sebagaimana Imam Ali as yang telah tenggelam dalam cintanya kepada Allah swt ia berkata “Ilahi! Aku mampu bersabar dengan siksa neraka-Mu, akan tetapi aku tidak sanggup berpisah dengan-Mu.”

Dalam hal ini Imam Shadiq as berkata “aku beribadah kepada Allah swt karena berdasarkan cinta.”

Manusia harus memiliki cinta kepada Allah swt lebih dari siapapun dan dengan ini maka seharusnya ia jangan beribadah seperti halnya pedagang, karena barang siapa yang beribadah seperti pedagang maka ia hanya akan fokus pada pahala dari Allah swt saja dan lalai dari cinta kepada-Nya.



690008

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar