خبرگزاری شبستان

الاثنين ١٤ المحرّم ١٤٤٠

Monday, September 24, 2018

Headline Berita

Upaya Amerika dan Zionis untuk Memudarkan Ziarah Arba’in Husaini

SHABESTAN – Perjalanan jutaan manusia dari berbagai belahan dunia untuk memperingati Arba’in Husaini ini lebih dahsyat dari bom-bom atom yang dijatuhkan Amerika di Hiroshima untuk menghancurkan dan melenyapkan imperialis dunia, rezim zionis Israel, Arab Saudi, Amerika dan para sekutu mereka.

Waktu :   3/10/2018 12:02:32 AM ID Berita : 31708

Intejen Israel Hingga Kini Gagal Temukan Tempat Persembunyian Pemimpin Hizbullah
SHABESTAN — Sebuah situs ternama Israel mengaku bahwa lembaga intelejen dan keamanan rezim Israel telah mengirimkan sejumlah agen untuk meneror pemimpin Hizbullah, Sayed Hassan Nasrullah. Namun hingga saat ini mereka bahkan belum berhasil merekam tempat-tempat lalu lalang serta persembunyiannya.

Situs Israel Walla, sembari menyajikan sebuah laporan mengklaim bahwa lembaga intelejen dan keamanan Israel saat ini sedang serus berupaya untuk meneror Sayed Hassan Nasrullah, Sekjen Hizbullah.

Pakar militer di yang menulis ulasan di situs Walla tersebut mengungkapkan, “Amir Peretz, mantan Menteri Pertahanan Israel (2006) meminta kepada alat-alat keamanan dan intelejen untuk mencari data-data khusus Nasrullah serta informasi terkait tempat-tempat yang ia kunjungi. Hal ini bertujuan untuk memudahkan mereka dalam merancang rencana teror terhadap sekjen Hizbullah tersebut. namun yang mencengangkan adalah bahwa Peretz tak memperoleh data-data yang penting yang berkenaan dengan Hassan Nasrullah.”

“Ini artinya, lembaga keamanan Israel tak mampu mendapatkann informasi berkanaan dengan peta pergerakan lalu lalang dan tempat tinggal Hasan Nasrullah. Hal ini menunjukkan bahwa adanya sebuah perpecahan antara alat-alat intelejen keamanan yang dimiliki oleh Israel. Yang kemudian memaksa Peretz untuk memerintahkan ketiga lembaga intelejen dan keamanan Israel yang bertugas untuk melacak keberadaan Hassan Nasrullah untuk saling berkoordinasi. Ketiga lembaga tersebut adalah Mossad (Lembaga Mata-mata luar negeri Israel), Aman (lembaga pertahanan informasi militer Israel) dan Shabak (lembaga intelejen dan keamanan dalam negeri Israel,” tulisnya di media Israel tersebut.

Ia melanjutkan, “Sejak saat itu hingga saat ini, upaya untuk menemukan petunjuk yang berkaitan dengan hal ini terus berlanjut sampai tiba saatnya sebuah rudal ditembakkan ke arah Nasrullah. Namun nyatanya semua upaya tersebut tak memberikan hasil. Rencana teror Nasrullah sendiri telah lama berada di atas meja keputusan Israel. Yang mana rentetan langkah-langkah telah daimbil untuk merubah situasi keamanan serta informasi dengan tujuan untuk menutup celah informasi berkenaan dengan misi ini. di samping itu, Israel juga telah membeli banyak bom-bom yang sangat kuat untuk ditembakkan ke titik-titik persembunyian di bawah tanah.”

Pekan lalu, salah seorang pejabat tinggi Israel yang namanya tak mau dipublikasikan saat diwawancarai oleh sejumlah media Israel mengatakan bahwa penargetan Hassan Nasrullah dalam pertempuran dengan Hizbullah yang mungkin akan terjadi di masa mendatang dapat memberikan sebuah kemenangan telak bagi Israel.

Surat kabar Israel, Maariv, menaggapi pernyataan tersebut mengatakan, “Langkah yang seperti ini akan mengakibatkan meningkatnya ketegangan antara kedua belah pihak. Khususnya di situasi yang ada saat ini dimana Tel Aviv saat ini juga sedang tidak menginginkan ketegangan yang ada semakin meningkat.”

Gadi Eizenkot, Kepala Staff Umum dari Pasukan Pertahanan Israel pada tahun lalu mengatakan, “Nasrullah adalah target teror utama.”

Untuk diketahui, selama satu dekade terakhir, Israel telah berhasil meneror banyak sekali para pemimpin lapangan Hizbullah dalam operasi-operasi rahasia intelejen Israel.

[Sumber: Berita Dunia]

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar