خبرگزاری شبستان

الأحد ٨ ربيع الثاني ١٤٤٠

Sunday, December 16, 2018

Headline Berita

Ahlul Bait as Penunjuk Jalan di Dunia Ini

SHABESTAN – Dalam doa ke 42 di dalam Shahifah Sajjadiyah menjelaskan kepada kita jalan dan tujuan mana yang akan kita jalani yang kelak akan membawa manusia pada tujuan utama. Al-Qur’an dan Ahlul Bait as adalah penunjukan jalan di dunia ini, dimana Allah swt sudah menunjukan jalan ini sejak 14 abad silam.

Waktu :   3/11/2018 11:21:47 PM ID Berita : 31732

Penjelasan Al-Qur’an tentang Suka Cita untuk Orang Mukmin
SHABESTAN – Dengan melalui karunia Ilahi dan rahmat-Nya yang tanpa batas yang tertuang dalam kitab suci Ilahi yang semua nikmat berada di dalamnya maka orang-orang harus bersuka cita dan bergembira, dan bukan bergembira atas harta, kedudukan dan keturunan kabilah.

Shabestan News Agency, kegembiraan di dalam Al-Qur’an memiliki kedudukan yang khusus dan bahkan ditekankan dalam ayat Al-Qur’an, namun yang dimaksud gembira di dalam Al-Qur’an bukanlah gembira yang sia-sia dan tanpa arti, akan tetapi kegembiraan yang memiliki tujuan Ilahi dan kemanusiaan.

Oleh karena itu ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang kegembiraan terbagi menjadi dua, yang pertama ialah ayat yang mengajak orang-orang mukmin pada kegembiraan. Sebagaimana dalam surat Yunus ayat 58 disebutkan “Katakanlah:" Dengan karunia Allah dan rahmat- Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat- Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”

Oleh karena itu dengan melalui karunia Ilahi dan rahmat-Nya yang tanpa batas yang tertuang dalam kitab suci Ilahi yang semua nikmat berada di dalamnya maka orang-orang harus bersuka cita dan bergembira, dan bukan bergembira atas harta, kedudukan dan keturunan kabilah, jelasnya.

Sementara mengenai azab yang akan diberikan kepada ahli neraka karena sebab suka cita yang sia-sia yang telah mereka lakukan disebutkan dalam surat Ghafir ayat 75 “Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak benar dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan).”

Hal itu karena mereka bersuka cita dengan hal yang sia-sia dan tidak benar, dimana mereka merasa senang dengan kesombongan dan hal-hal yang haram, demikian jelasnya.


693352

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar