خبرگزاری شبستان

الجمعة ٩ شوّال ١٤٣٩

Friday, June 22, 2018

Waktu :   3/14/2018 12:07:32 AM ID Berita : 31761

Islam Tidak Menentang Partisipasi Sosial Wanita
SHABESTAN — “Tidak ada kontradiksi antara ajaran Islam dan partisipasi sosial kaum wanita.”

Demikian hal ini ditegaskan oleh Inayah Izzuddin yang merupakan menteri pertama di kabinet Lebanon yang mengenakan hijab. Ia menjabat sebagai menteri penasihat di bidang pembangunan administrasi Lebanon.

 

“Saya tidak melihat kontradiksi antara ajaran Islam dan kehadiran wanita di medan sosial masyarakat,” tukas Inayah.

 

Menurut Inayah yang berprofesi sebagai dokter dan anggota Partai Amal Lebanon ini, klaim yang menandaskan bahwa Islam melarang kaum wanita aktif di ranah sosial sangat bertentangan dengan ajaran Islam dan pengalaman agama ini di sepanjang sejarah.

 

“Di permulaan perkembangan, kaum wanita hadir di berbagai medan sosial dan memperoleh dukungan Rasulullah saw,” tutur Inayah.

 

Menelaah pandangan para pemikir kontemporer, lanjut Inayah, masalah ini juga sangat gamblang. Imam Khomeini ra memiliki teori dan praktik yang sangat jelas tentang kaum wanita. Wanita diserupakan dengan Al-Quran. Kitab ini sangat mulia dalam pandangan seluruh Muslimin.

 

Imam Musa Shadr, tukas Inayah, juga selalu menekankan peran wanita dalam kemajuan dan perbaikan sebuah masyarakat.

 

“Pengalaman kaum wanita di Republik Islam Iran merupakan tanda untuk menghormati posisi penting wanita dalam ajaran Islam,” ujar Inayah.

 

“Tidak syak lagi, kondisi wanita di Iran merupakan figur urgen untuk menjelaskan posisi wanita dalam Islam. Figur ini berhasil memberangus figur yang selama ini digambarkan oleh kelompok takfiri,” tandas Inayah.

 

[Sumber: Al-Kautsar]

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar