خبرگزاری شبستان

الخميس ٧ ذو القعدة ١٤٣٩

Thursday, July 19, 2018

Waktu :   3/17/2018 3:03:23 PM ID Berita : 31797

Hari Raya dan Suka Cita Seorang Mukmin
SHABESTAN – Dalam merayakan hari raya dan bersuka cita kita harus berbeda dengan orang-orang yang hanya memikirkan materi, karena hari raya seorang mukmin ialah saat dirinya mampu mengalahkan godaan setan yang terkutuk, dan hari dimana seorang mukmin tidak melakukan dosa.

Shabestan News Agency, diceritakan bahwa selepas hijrah dari Mekkah ke Madinah Rasulullah saww melihat orang-orang Madinah selama dua hari merayakan hari raya, mereka bersuka cita dan bersenang-senang di hari tersebut, kemudian nabi saww bertanya kepada mereka tentang apa keistimewaan hari tersebut.

Mereka berkata bahwa pada zaman Jahiliyah mereka biasa melewatkan dua hari tersebut dengan bersuka cita, lalu Rasulullah saww berkata “Allah swt telah memberikan dua hari yang lebih baik dari hari ini, dua hari tersebut ialah hari Idul Fitri dan Idul Qurban.”

Kesimpulan dari penjelasan di atas ialah bahwa dalam merayakan hari raya dan bersuka cita kita harus berbeda dengan orang-orang yang hanya memikirkan materi, karena hari raya seorang mukmin ialah saat dirinya mampu mengalahkan godaan setan yang terkutuk, dan hari dimana seorang mukmin tidak melakukan dosa.

Sementara bersuka cita ialah saat dimana manusia mendapatkan taufiq untuk mentaati Allah swt dan menjauhkan diri dari dosa. sebagaimana Imam Ali as berkata “kebahagiaan seorang mukmin ialah dengan ketaatan kepada Allah swt dan kesedihannya ialah karena dosa yang ia lakukan kepada Allah swt.”

Dalam riwayat lainnya mengenai Idul Fitri Imam as berkata “hari raya ini ialah untuk orang yang Allah swt menerima shalat dan puasanya serta hari dimana ia tidak bermaksiat kepada Allah swt.”


693356

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar