خبرگزاری شبستان

الخميس ٧ ذو القعدة ١٤٣٩

Thursday, July 19, 2018

Waktu :   4/6/2018 2:56:59 AM ID Berita : 31905

Kritik Pembunuhan Warga Palestina, Pembawa Berita di Israel Dipecat
SHABESTAN – Kepala radio militer rezim Zionist dalam penjelasan tentang pemecatan Meydan, mengatakan bahwa dia masih belum memiliki informasi yang lengkap dari kenyataan-kenyataan kejadian di Gazza.

Shabestan News Agency, pembawa berita radio rezim Zionis dikeluarkan karena mengkritik dan memprotes pembunuhan warga Palestina yang dilakukan oleh militer rezim ini sewaktu pulang dari demonstrasi tepatnya di titik perbatasan jalur Gazza, sebagaimana yang dilansir Al-‘alam

Wabi Meydan secara keras mengkiritik di akun facebooknya tentang tindakan-tindakan militer rezim Zionist dalam menghadapi para demonstran Palestina. Kritikan Meydan ini menyebabkan terjadinya keributan yang luas dan berujung pada pemecatan terhadap dirinya dari radio militer rezim Zionist.

Surat kabar Zionist, Haretz menukis juga tentang masalah ini, Syam'un Kobitez ketua radia militer Israel memerintahkan agar Meydan dipecat dari pekerjaan radio.

Surat kabar ini menambahkan:" masih belum jelas bahwa Meydan dikeluarkan dari radio militer rezim Zionist untuk sementara waktu atau secara permanen.

Kepala radio militer rezim Zionist dalam penjelasan tentang pemecatan Meydan, mengatakan bahwa dia masih belum memiliki informasi yang lengkap dari kenyataan-kenyataan kejadian di Gazza.

Para demonstran yang pulang pada Jum'at lalu telah melakukan demonstrasi tentang hari "Tanah", menyebabkan terjadi fraksi dan pembagian antara pihak daerah dan internasional dalam dokumen masalah Gazza dan masalah perlindingan-perlindungan warga Palestina.

Dalam penembakan militer rezim Zionist ke arah para demonstran, sampai sekarang 18 warga Palestina yang telah syahid dan ratusan orang mengalami luka-luka.



697589

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar