خبرگزاری شبستان

الثلاثاء ١٣ صفر ١٤٤٠

Tuesday, October 23, 2018

Headline Berita

Ahlul Bait as Penunjuk Jalan di Dunia Ini

SHABESTAN – Dalam doa ke 42 di dalam Shahifah Sajjadiyah menjelaskan kepada kita jalan dan tujuan mana yang akan kita jalani yang kelak akan membawa manusia pada tujuan utama. Al-Qur’an dan Ahlul Bait as adalah penunjukan jalan di dunia ini, dimana Allah swt sudah menunjukan jalan ini sejak 14 abad silam.

Waktu :   4/14/2018 12:21:44 AM ID Berita : 31992

Karamah Imam Musa Kazhim as
SHABESTAN – Pada saat Imam as berada di penjara, suatu hari seorang hamba sahaya wanita yang cantik dikirm untuk menggoda Imam as, namun setelah beberapa hari berlalu ia berada di sisi Imam as hamba sahay tersebut terlihat sedang khusyu’ beribadah dan sedang shalat di belakang Imam as.

Hal ini disampaikan Ayatullah Muhammad Ali Javidan dalam ceramahnya saat menjelaskan bahwa ketika manusia melakukan perbuatan baik atau buruk di dunia kelak ia akan melihat balasannya yang abadi di akhirat.

Dijelaskannya, amalan baik yang kita lakukan ialah untuk keridhaan Allah swt dan hal tersebut tidak ada keuntungannya sedikitpun bagi Allah swt. Adapun apa yang akan kita dapatkan di akhirat kelak merupakan hasil dari kerja keras kita untuk berada di jalan yang benar.

Dan kelak pada saat manusia meninggalkan dunia ini maka sedikitpun ia tidak akan bisa melakukan perbuatan baik karena semuanya sudah berakhir kecuali amal kebaikan yang ia tanam selama masih hidup di dunia dan pahalanya akan terus mengalir untuknya, jelasnya.

Lebih lanjut mengenai karamah Imam Musa Kazhim, Ayatullah Javidan menuturkan, pada saat Imam as berada di penjara, suatu hari seorang hamba sahaya wanita yang cantik dikirm untuk menggoda Imam as, namun setelah beberapa hari berlalu ia berada di sisi Imam as hamba sahay tersebut terlihat sedang khusyu’ beribadah dan sedang shalat di belakang Imam as.

Suatu hari saat memasuki musim haji, Imam Kazhim as berada dalam keramaiannya bersama para jamaah yang hadir namun Imam as masih melakukan shalat, salah seorang yang melihatnya bergumam kepadanya tentang mengapa dalam keadaan yang penuh sesak ini ia masih sempat melakukan shalat, kemudian Imam as menjawab “aku tidak merasakan apa-apa kecuali kedekatanku kepada Allah swt,” dari sini bisa disimpulkan bahwa saat Imam as melakukan shalat ia tidak merasakan apa-apa kecuali Allah swt, demikian jelasnya.


699327

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar