خبرگزاری شبستان

الجمعة ٥ شعبان ١٤٣٩

Friday, April 20, 2018

Headline Berita

Mengapa Imam Husain as Disebut “Misbahul Huda dan Safinatu An-najah”

SHABESTAN – Imam Husain as adalah teladan bagi orang-orang yang muak dan lelah dengan kezhaliman dan kerusakan, Imam Husain as adalah manifestasi dari perang terhadap kezhaliman dan kejahatan.

Waktu :   4/16/2018 11:51:00 PM ID Berita : 32024

Jangan Takut untuk menghadapi Permasalahan dan Kesulitan
SHABESTAN – Jangan sampai kita takut atau khawatir pada kesulitan dan permasalahan, karena dibalik semua permasalahan dan problematika di situ kita akan belajar banyak pengalaman dan pada akhirnya kita akan mencapai keberhasilan.

Shabestan News Agency, berkenaan dengan permasalahan dan problematikan yang dihadapi banyak orang, Hujjatul Islam Salehi menjelaskan bahwa permasalahan dan problematikan kehidupan jangan sampai menjadi faktor tekanan dan beban fikiran masyarakat.

Dimana dengan semangat harapan dan bersandar pada kekuatan dirinya maka siapapun mampu untuk bangkit dari keadaan kehidupannya dan menyelesaikan permasalahannya, sebagaimana yang kita ketahui bahwa banyak di antara orang-orang yang sukses memiliki banyak permasalahan, namun dengan kemenangannya dalam menghadapi segala macam problematika maka ia mampu meraih keberhasilan, jelasnya.

Pada hakikatnya kebergantungan pada internet dan mengacuhkan rehat yang baik serta menjauhkan diri dari kumpul bersama akan mengakibatkan timbulnya beragam permasalahan dan hilangnya ketenangan serta kedamaian dalam diri seseorang.

Dengan demikian jangan sampai kita takut atau khawatir pada kesulitan dan permasalahan, karena dibalik semua permasalahan dan problematika di situ kita akan belajar banyak pengalaman dan pada akhirnya kita akan mencapai keberhasilan.

Sebagai tambahan, barang siapa yang tidak memperhatikan shalatnya atau bahkan meninggalkan kewajiban ini, ketahuilah bahwasanya kehidupannya tidak akan pernah mendapatkan keberkahan.

Tidak melakukan shalat adalah penyakit takabbur yang dimiliki Iblis, dimana azab dan siksanya di akhirat kelak tidak ada keringanan sedikitpun, di hari kiamat nanti tidak ada seorangpun yang dapat membantu orang yang tidak melakukan shalat, karena mereka adalah orang yang terasing, Al-Qur’an menyebutkan “shalat adalah wajib bagi semua makhluq, barang siapa yang tidak melakukan shalat maka ia tidak memiliki orang yang dikenal di hari kiamat sehingga dapat membantunya.”

Jika kita melaksanakan shalat, kita tidak akan merasa putus asa dan cemas berkepanjangan karena salah satu faidah yang di berikan oleh shalat sendiri adalah memberikan kedamaian pada pelakunya, demikian jelasnya.


699402

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar