خبرگزاری شبستان

الخميس ٥ ذو الحجّة ١٤٣٩

Thursday, August 16, 2018

Waktu :   5/6/2018 12:14:49 PM ID Berita : 32176

Grand Syaikh al-Azhar: Tak Ada Lagi Istilah Minoritas, Semua Warga Negara Setara
SHABESTAN — Dalam realitas negara-bangsa modern, istilah minoritas sudah tidak relevan lagi digunakan karena konsep bernegara sudah semakin egaliter. Istilah yang tepat bagi setiap orang dalam setiap negara adalah warga negara. Istilah minoritas cenderung diskriminatif dan berpotensi konflik.

Hal tersebut disampaikan oleh Grand Syaikh al-Azhar, Syaikh Ahmed Tayyeb dalam pertemuan terbatas dengan Badan Pengembangan Ideologi Pancasila (BPIP) di komplek istana Jakarta.

“Al-Azhar sudah sejak lama menolak penggunaan istilah minoritas. Al-Azhar mengutamakan untuk menggunakan istilah warga-negara, karena istilah minoritas cenderung diskriminatif dan dapat memicu konflik. Untuk mengubah penggunaaan istilah tersebut, al-Azhar telah melakukan kajian dan konferensi, telah mengeluarkan sebuah rekomendasi penting yang sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa”, ujar Grand Syaikh al-Azhar.

Presiden ke-5, Megawati Soekarnoputeri yang juga sebagai Ketua Pengarah BPIP yang hadir dalam pertemuan tersebut mengucapkan terima kasih atas kehadiran Grand Syaikh al-Azhar.

“Saya berharap agar terjalin kerjasama antara al-Azhar dengan BPIP, karena al-Azhar mempunyai pengalaman yang panjang dalam menyebarluaskan toleransi dan moderasi. Nilai-nilai tersebut sudah kokoh di Indonesia. Apalagi salah satu penyusun Pancasila adalah Abdul Kahar Muzakkar yang juga lulusan al-Azhar”, ujar Megawati Soekarnoputeri.

[Sumber: IR]

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar