خبرگزاری شبستان

الجمعة ٩ شوّال ١٤٣٩

Friday, June 22, 2018

Headline Berita

Melawan Kerusakan di Masyarakat dengan Nilai-nilai Islam

SHABESTAN – Selain itu nilai-nilai agama dan Islam juga harus dijelaskan di kalangan generasi muda untuk melindungi mereka dari kerusakan sosial dan serangan-serangan yang dilancarkan musuh. Mengkampanyekan gaya hidup Islami dapat menjamin masyarakat agar tidak terjadi kerusakan di dalamnya.

Waktu :   5/20/2018 5:20:56 AM ID Berita : 32265

Dosa dan Maksiat, Sebab Ayat ayat Ilahi Didustai
SHABESTAN – Rasulullah saww bersabda “jika orang yang berpuasa di bulan Ramadhan merasakan haus dan lapar maka ia sama halnya dengan merasakan haus dan laparnya di hari kiamat.”

Hal ini disampaikan Hujjatul Islam Muhammad Abdul Qasem Doulabi dalam kajian Ramadhannya saat menjelaskan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan jamuan Ilahi.
Dijelaskannya, jamuan ini memiliki tujuan yang sangat agung, dan barang siapa yang mampu memanfaatkan bulan ini dengan sebaik-baiknya maka ia akan mengetahui tujuan agung yang tersembunyi di belakangnya.

Dalam sebuah riwayatnya Rasulullah saww bersabda “jika orang yang berpuasa di bulan Ramadhan merasakan haus dan lapar maka ia sama halnya dengan merasakan haus dan laparnya di hari kiamat.”

Sembari menjelaskan bahwa bagi orang-orang yang bertakwa Qur’an adalah pemberi hidayah, Hujjatul Islam Doulabi menambahkan, orang-orang yang bertakwa adalah orang-orang yang yakin terhadap hari kiamat, Allah swt di dalam Al-Qur’an berfirman “orang-orang yang bertakwa adalah orang-orang yang memanfaatkan nikmat yang diberikan Allah swt dan mereka yakni terhadap hari kiamat.”

Dengan demikian barang siapa yang ingin Al-Qur’an berpengaruh padanya maka yang pertama harus dimilikinya ialah keyakinan terhadap hari kiamat dan kemudian ia akrab dengan Al-Qur’an sehingga pada akhirnya pengaruhnya termanifestasi dalam dirinya, jelasnya.

Lebih lanjut anggota majelis khobregan ini menuturkan, dosa dan perbuatan maksiat adalah penyebab ayat-ayat Ilahi didustai.
Barang siapa yang di dunia ini suka melakukan perbuatan dosa maka perlahan-lahan ialah akan mendustai ayat-ayat Ilahi. Sebagaimana yang kita baca dalam Al-Qur’an bahwasanya barang siapa yang melakukan suatu dosa, kemudian ia tidak bertaubat maka dosa tersebut akan mengakar dalam dirinya dan terkadang karena dosa tidak bisa terpisah dari dirinya maka ia mengingkari kebenaran, demikian jelasnya.


706154

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar