خبرگزاری شبستان

الأربعاء ٦ ربيع الأوّل ١٤٤٠

Wednesday, November 14, 2018

Headline Berita

Ahlul Bait as Penunjuk Jalan di Dunia Ini

SHABESTAN – Dalam doa ke 42 di dalam Shahifah Sajjadiyah menjelaskan kepada kita jalan dan tujuan mana yang akan kita jalani yang kelak akan membawa manusia pada tujuan utama. Al-Qur’an dan Ahlul Bait as adalah penunjukan jalan di dunia ini, dimana Allah swt sudah menunjukan jalan ini sejak 14 abad silam.

Waktu :   6/20/2018 1:50:30 AM ID Berita : 32671

Khusyu’ dan Tunduk untuk Meraih Kedekatan kepada Allah swt
SHABESTAN – Secara syar’i disebutkan bahwasanya Allah swt tidak menerima jika seseorang mendekati apa yang diharamkan-Nya, dengan demikian manusia harus hati-hati dengan apa yang dilakukannya jika ingin dekat dengan Allah swt.

Hal ini disampaikan Hujjatul Islam Muhammad Jawad Ali Akbari dalam kajian tafsir Shahifah Sajjadiyah saat menjelaskan bahwa di dalam bulan suci Ramadhan berkat ampunan dan kasih sayang serta kemurahan Allah swt, orang-orang mukmin semakin mendapatkan kedekatan dengan Allah swt.

Dijelaskannya, untuk meraih kesempatan-kesempatan yang diberikan Ilahi bukanlah perkara yang mudah, dimana untuk meraihnya seseorang harus memiliki sifat wara’, yakni ia sangat menjalankan apa-apa yang dihalalkan dan yang diharamkan oleh Allah swt, secara syar’i disebutkan bahwasanya Allah swt tidak menerima jika seseorang mendekati apa yang diharamkan-Nya, dengan demikian manusia harus hati-hati dengan apa yang dilakukannya jika ingin dekat dengan Allah swt.

Ia menambahkan, hasrat dan keinginan untuk pergi ke surga adalah hal yang logis, karena terkadang hasrat dan keinginan ke surga atau takut untuk pergi ke neraka ini perlahan-lahan akan membawa manusia pada cinta dan taqarrub Ilahi.

Esensi dari ibadah yang khusyu’ dan tunduk ialah untuk melihat keindahan Ilahi, oleh karena itu Allah swt menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepadanya sehingga bisa menjalin hubungan cinta dan kasih sayang.

Manusia harus memiliki cinta kepada Allah swt lebih dari siapapun dan dengan ini maka seharusnya ia jangan beribadah seperti halnya pedagang, karena barang siapa yang beribadah seperti pedagang maka ia hanya akan fokus pada pahala dari Allah swt saja dan lalai dari cinta kepada-Nya.


711555

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar