خبرگزاری شبستان

الأحد ١٣ المحرّم ١٤٤٠

Sunday, September 23, 2018

Headline Berita

Upaya Amerika dan Zionis untuk Memudarkan Ziarah Arba’in Husaini

SHABESTAN – Perjalanan jutaan manusia dari berbagai belahan dunia untuk memperingati Arba’in Husaini ini lebih dahsyat dari bom-bom atom yang dijatuhkan Amerika di Hiroshima untuk menghancurkan dan melenyapkan imperialis dunia, rezim zionis Israel, Arab Saudi, Amerika dan para sekutu mereka.

Waktu :   6/20/2018 4:22:18 PM ID Berita : 32680

Makna Wilayat dalam Prespektif Rahbar
SHABESTAN – Mencintai Ahlul Bait as terdapat tugas dan kewajibannya dan wilayat kepada Ahlul Bait as tidak cukup dengan itu semua karena wilayat lebih tinggi dari pada itu.

Shabestan News Agency, berkenaan dengan prespektif Rahbar Sayyid Ali Khamenei tentang wilayat, Hujjatul Islam Hasan Mula’i menjelaskan bahwa makna asli dari wilayat ialah antara dua sesuatu yang saling dekat.

Hal tersebut ibarat dua tali yang terikat dengan erat sehingga untuk memisahkannya bukanlah hal yang mudah, dalam bahasa arab hal ini disebut dengan wilayat, dengan kata lain wilayat adalah bersambungnya dua hal yang berdekatan dengan erat dan kuat.

Sebagian orang berfikir bahwa berwilayat kepada Ahlul Bait as hanya cukup dengan menangisi mereka, dan ada juga yang berfikir bahwa berwilayat hanya cukup dengan menyebut alaihi salam saat nama Ahlul Bait as disebut, ya memang ini termasuk wilayat, namun mencintai Ahlul Bait as terdapat tugas dan kewajibannya dan wilayat kepada Ahlul Bait as tidak cukup dengan itu semua karena wilayat lebih tinggi dari pada itu.

Islam menjelaskan pemerintahan dengan kata “wilayat” dan orang yang berada di puncak pemerintahan di sebaut dengan wali atau maula. Makna dari ini adalah bahwa dalam sistem politik Islam, orang yang berada di puncak kekuasaan dan mereka yang berada di bawah kekuasaannya memiliki hubungan yang tak terpisahkan, dengan demikian setiap pemerintahan yang tidak seperti ini bukanlah wilayat.

Dan satu permasalahan yang penting ialah bahwa esensi Imamah dan penguasa adalah dua esensi yang sangat berbeda bahkan saling bertentangan, dimana Imamah ialah seorang pemimpin ruh dan spiritual serta memliki hubungan emosional dan keyakinan dengan masyarakat, adapun penguasa ialah pemerintahan yang menjalankan pemerintahannya dengan keras, penuh kuasa serta kelicikan dan tidak memiliki ikatan apapun dengan masyarakatnya.



710612

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar