خبرگزاری شبستان

الأحد ١٠ ذو القعدة ١٤٣٩

Sunday, July 22, 2018

Headline Berita

Keagungan Kalimat “Bismillahirrahmanirrahiim”

SHABESTAN – Kalimat “Bismillahirrahmanirrahiim” sangat luar biasa. Karenanya dalam agama Islam diajarkan untuk membaca “Bismillahirrahmanirrahiim” saat kita ingin memulai setiap urusan, karena dengannya urusan kita akan menjadi lancar dan penuh dengan berkah.

Waktu :   6/22/2018 1:00:09 AM ID Berita : 32716

Perhatian Imam Ali as terhadap Keadilan
SHABESTAN – Sementara engkau mendorongku ke arah api yang dipersiapkan Allah Yang Mahakuasa untuk (perwujudan) kemurkaan-Nya? Haruskah Anda menangis karena sakit tetapi saya tak boleh menangis karena api?

Shabestan News Agency, sirah Imam Ali as merupakan teladan sempurna dan tidak ada bandingannya untuk kebahagiaan manusia. Sirah Imam Ali as merupakan teladan sempurna yang meliputi semua perkara pemerintahan dan pengaturan negara, baik perkara ekonomi maupun sosial.

Apa yang Imam Ali as lakukan kepada saudaranya yaitu Aqil adalah contoh yang sangat jelas bagi keagungan Imam as.
Sebagaimana yang diceritakan dalam sejarah bahwasanya Aqil memiliki hak atas baitulmal, kemudian suatu hari Aqil sangat membutuhkan harta dari baitulmal, pada saat itu ia mendatangi Imam Ali as untuk meminta darinya, ia berfikir Imam as akan memberi apa yang ia inginkan mengingat ia adalah saudara Imam as.

Namun saat menanggapi permintaan saudaranya ini, Imam as berkata:
Demi Allah, aku lebih suka melewatkan suatu malam dengan tidur di atas duri-duri as-sa'dân (tumbuhan yang mempunyai duri-duri lancip) atau digiring dalam keadaan terbelenggu sebagai tawanan daripada menemui Allah dan Rasul-Nya di Hari Pengadilan sebagai penindas terhadap seseorang atau sebagai penyerobot sesuatu dari kekayaan dunia. Dan bagaimana aku dapat menindas sesorang demi (suatu kehidupan) yang begerak cepat ke arah kehancuran dan akan tinggal di bawah bumi untuk waktu lama.

Demi Allah, aku sungguh melihat (saudara saya) 'Aqîl jatuh dalam kemiskinan dan ia meminta kepada saya satu sha' (seberat kka-kira 3 kg) (dari bagian) gandum Anda, dan aku pun melihat anak-anaknya dengan rambut kusut dan wajah berdebu karena kelaparan, seakan-akan wajah mereka dihitamkan oleh nila. la datang kepadaku beberapa kali dan mengulangi permohonannya berkali-kali.

Aku mendengarkannya dan ia berpikir seakan-akan aku mau menjual imanku kepadanya dan mengikuti langkahnya dengan meninggalkan jalanku sendiri. Kemudian aku (hanya) memanaskan sepotong besi dan mendekatkannya ke tubuhnya supaya ia dapat mengambil suatu pelajaran dari hal itu, lalu ia menangis sebagai seseorang dalam keadaan sakit yang berkepanjangan menangis karena kesakitan dan ia sudah hampir terbakar dengan besi panas itu.

Kemudian aku berkata kepadanya, "Perempuan-perempuan berkabung akan berkabung atas Anda, wahai ‘Aqîl. Apakah Anda menangis karena besi (panas) ini yang telah dibuat oleh seorang manusia sebagai main-main, sementara Anda mendorongku ke arah api yang dipersiapkan Allah Yang Mahakuasa untuk (perwujudan) kemurkaan-Nya? Haruskah Anda menangis karena sakit tetapi saya tak boleh menangis karena api?


705716

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar