خبرگزاری شبستان

الأحد ١٣ المحرّم ١٤٤٠

Sunday, September 23, 2018

Headline Berita

Upaya Amerika dan Zionis untuk Memudarkan Ziarah Arba’in Husaini

SHABESTAN – Perjalanan jutaan manusia dari berbagai belahan dunia untuk memperingati Arba’in Husaini ini lebih dahsyat dari bom-bom atom yang dijatuhkan Amerika di Hiroshima untuk menghancurkan dan melenyapkan imperialis dunia, rezim zionis Israel, Arab Saudi, Amerika dan para sekutu mereka.

Waktu :   6/22/2018 11:55:17 AM ID Berita : 32729

Makkah dan Madinah Harus Berada di Bawah Kontrol Negara-negara Islam
SHABESTAN — Syaikh Abdussalam Muhammad Abdullah, salah seorang guru besar di Universitas Al-Azhar, Mesir, menegaskan bahwa diskursus yang sedang diusung oleh Arab Saudi adalah ajaran kebencian kepada seluruh umat manusia. Untuk itu, ia menuntut supaya managemen dua kota Makkah dan Madinah diserahkan kepada negara-negara Islam.

Hal ini disampaikan oleh Syaikh Abdussalam ketika tampil sebagai narasumber di program “Al-Wajh Al-Akhar (Wajah Lain) yang diprakarsai oleh saluran televisi dunia Al-Kautsar.

 

“Saya termasuk pendukung kelompok yang menginginkan supaya kota Makkah dan Madinah berada di bawah kontrol negara-negara Islam,” tukas Syaikh Abdussalam.

 

Ketika menjawab pertanyaan tentang hukum kunjungan ke Masjidul Aqsha yang sekarang berada di bawah hegemoni Israel dan dua kota Makkah dan Madinah yang sekarang berada di kontrol kaum Wahabi, Syaikh Abdussalam menegaskan, “Kunjungan umat Islam ke Masjidul Aqsha sekarang memang diinginkan oleh Israel, karena kunjungan ini berarti identik dengan menerima proyek normalisasi hubungan dengan Israel. Sebuah rezim yang telah merampas seluruh hak warga saudara-saudara kita di Palestina. Untuk itu, sangat tidak boleh kita berkunjung ke Masjidul Aqsha untuk kondisi sekarang ini.”

 

“Hanya saja,” lanjut Syaikh Abdussalam, “masalah ini tidak bisa digeneralisirkan untuk kota Makkah dan Madinah. Sekalipun saya termasuk orang yang mendukung supaya Makkah dan Madinah diolah oleh negara-negara Islam. Hal ini lantaran kita hanya mendengar ajaran kebencian dari Haramain Syarifain, dan semuanya bersifat sepihak. Untuk itu, tak seorang ulama pun dari Maroko, Iran, Aljazir, atau negara-negara lain diperkenankan untuk berpidato atau mengajar di Masjidul Haram atau Masjid Nabawi. Kita mendukung kedua kota ini. Akan tetapi, kepengurusan kedua kota ini jangan diserahkan kepada kelompok tertentu yang berada dalam dekapan Amerika dan Barat, dan hanya bisa menghambur-hamburkan harta Muslimin.”

 

[Sumber: Al-Kautsar]

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar