خبرگزاری شبستان

الخميس ٧ ربيع الأوّل ١٤٤٠

Thursday, November 15, 2018

Headline Berita

Ahlul Bait as Penunjuk Jalan di Dunia Ini

SHABESTAN – Dalam doa ke 42 di dalam Shahifah Sajjadiyah menjelaskan kepada kita jalan dan tujuan mana yang akan kita jalani yang kelak akan membawa manusia pada tujuan utama. Al-Qur’an dan Ahlul Bait as adalah penunjukan jalan di dunia ini, dimana Allah swt sudah menunjukan jalan ini sejak 14 abad silam.

Waktu :   7/9/2018 12:08:21 AM ID Berita : 32880

Fiqih Syi’ah Membangun Peradaban di Dunia
SHABESTAN – Fiqih Syi’ah juga memiliki ushul yang tetap sehingga terjaga dari penyimpangan serta distorsi. Dan dari sisi lainnya qaidah ushuli dan qaidah fiqih memungkinkan untuk merujuk pada Al-Qur’an, sunnah di setiap zaman dan menjawab permasalahan yang baru.

Shabestan News Agency, Berkaitan dengan fiqih Syi’ah, Hujjatul Islam Hasan Khairi menjelaskan bahwa fiqih Syi’ah bersumber dari Al-Qur’an, sunnah dan akal. Yakni sumber hukum dalam fiqih kita ialah kitab suci Al-Qur’an, Sunnah 14 Makshum dan akal.

Selain itu, fiqih Syi’ah juga memiliki ushul yang tetap sehingga terjaga dari penyimpangan serta distorsi. Dan dari sisi lainnya qaidah ushuli dan qaidah fiqih memungkinkan untuk merujuk pada Al-Qur’an, sunnah di setiap zaman dan menjawab permasalahan yang baru.

Fiqih Syi’ah diambil dari orang-orang yang memiliki hubungan dengan Allah swt dan mereka adalah jawaban atas segala permasalahan dan problematika dunia, sebagaimana Imam Khomeini ra beliau adalah seorang faqih yang mampu melakukan perubahan besar di dunia ini.

Lebih lanjut Hujjatul Islam Hasan Khairi menuturkan, Syiah yang merupakan bagian dari umat Islam ini telah memainkan peran penting dalam peradaban Islam dalam berbagai dimensi. Tidak hanya itu, mazhab Syi’ah juga turut memainkan peran pentingnya dalam berbabagai cabang ilmu pengetahuan.

Sejarah mengatakan bahwa dimana ada ummat Islam yang berkembang, di situ juga ada persatuan. Ketika Nabi Muhammad Saww pertama kali hijrah ke Madinah, masyarakat saat itu saling menolak antara satu dengan yang lainnya. Namun dengan dibuatnya piagam Madinah, akhirnya mereka bersatu dalam naungan yang sama dan di saat itulah islam mulai mendapat tempat di masyarakat.


714607

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar