خبرگزاری شبستان

الخميس ٧ ربيع الأوّل ١٤٤٠

Thursday, November 15, 2018

Headline Berita

Ahlul Bait as Penunjuk Jalan di Dunia Ini

SHABESTAN – Dalam doa ke 42 di dalam Shahifah Sajjadiyah menjelaskan kepada kita jalan dan tujuan mana yang akan kita jalani yang kelak akan membawa manusia pada tujuan utama. Al-Qur’an dan Ahlul Bait as adalah penunjukan jalan di dunia ini, dimana Allah swt sudah menunjukan jalan ini sejak 14 abad silam.

Waktu :   7/9/2018 8:13:28 PM ID Berita : 32916

Ini Kata Pembuat Bom Layang-Layang Palestina Di Gaza
SHABESTAN — Salah seorang pemuda pembuat dan penerbang bom layang-layang Palestina yang digunakan untuk menyerang kaum Zionis Israel menyatakan bahwa menyerang kaum penjajah Palestina dengan cara demikian adalah bagian dari cara sederhana rakyat Palestina untuk meraih kembali haknya, dan demi ini mereka siap menghadapi resiko apapun.

“Kami memiliki hak yang harus kami rebut kembali, baik dengan kekuatan maupun dengan cara damai atau cara lain. Kami harus meraihnya kembali dari musuh, Israel. Kami sekarang berhadapan dengan para penembak jitu mereka, dan pesawat terbang merekapun juga ada di atas kami. Mereka berulangkali mengancam akan menembak kami, dan memang telah menembak kelompok-kelompok kami,” katanya kepada al-Alam, Jumat (22/6/2018).

Dia menegaskan, “Kami tidak takut kepada mereka. Kami adalah para pemuda jantan, bukan anak-anak seperti yang mereka klaim. Kami adalah para jantan yang akan merebut kembali haknya, dengan izin Allah. Hari ini dengan layang-layang, dan lain hari dengan hal-hal lain yang juga akan menjungkir balikkan perhitungan-perhitungan mereka. Kami tidak takut ancaman siapapun.”

Dia melanjutkan bahwa layang-layang yang menghebohkan itu hanyalah sesuatu yang terbuat dari tiga batang kayu dan ikatan benang, dan pada bagian ekornya dipasang bom molotov untuk membakar lahan sasaran.

“Pesan kami ialah bahwa tanah-tanah itu adalah milik kami. Kami boleh membakarnya kapan saja dan memanfaatkannya kapan saja sekehendak kami. Kami tidak akan membakarnya jika mereka meninggalkannya,” pungkas pemuda Gaza itu.

Seperti diketahui, warga Palestina di Gaza menggunakan bom layang-layang setelah terjadi insiden serangan pasukan Israel yang telah menggugurkan 130 warga Palestina dan melukai puluhan ribu lainnya peserta aksi The Great March of Riturn yang digelar secara kontinyu sejak 30 Maret lalu.

Meski sederhana, namun bom layang-layang membuat Israel kewalahan karena menimbulkan kebakaran pada banyak lahan pertanian dan tanah terbuka lain yang sebagian di antaranya bahkan merambat ke daerah permukiman warga Zionis. Karena itu, Israel lantas mengembangkan sistem berbasis teknologi elektro-optika untuk mengatasi serangan tersebut, namun sejauh ini masih belum terlihat efektivitasnya.

[Sumber: Al-Alam/LI]

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar