خبرگزاری شبستان

الاثنين ١٤ المحرّم ١٤٤٠

Monday, September 24, 2018

Headline Berita

Upaya Amerika dan Zionis untuk Memudarkan Ziarah Arba’in Husaini

SHABESTAN – Perjalanan jutaan manusia dari berbagai belahan dunia untuk memperingati Arba’in Husaini ini lebih dahsyat dari bom-bom atom yang dijatuhkan Amerika di Hiroshima untuk menghancurkan dan melenyapkan imperialis dunia, rezim zionis Israel, Arab Saudi, Amerika dan para sekutu mereka.

Waktu :   7/10/2018 4:19:40 PM ID Berita : 32919

Peran Imam Shadiq as dalam Membangun Peradaban Islam
SHABESTAN – Keadaan semakin sulit saat Imam as diasingkan ke Irak, dimana para pengikut Syi’ah dalam masalah-masalah fiqih seperti talaq dan lainnya tidak bisa dengan mudahnya bertanya pada Imam Shadiq as, oleh karena itu merkea menyamar menjadi penjual di pasar-pasar untuk bisa mendapat jawaban dari Imam as.

Shabestan News Agency, bertepatan dengan peran peradaban Imam Shadiq as dalam memajukan sistem pendidikan dan penyebaran ilmu serta budaya Islam, Hujjatul Islam Muhamamad Jawad Yawari menjelaskan bahwa setelah syahidnya Imam Baqir as pada tahun 148 H berdasarkan nash dan wasiat dari ayahnya maka kepemimipinan berada di pundak Imam Shadiq as.

Selama 34 tahun perkara hidayah umat berada di tangan Imam Shadiq as, namun demikian Imam as harus berjuang untuk melewati kondisi yang sangat berat, kondisi di bawah kekuasaan Bani Umayyah dan Bani Abbas.

Ia menambahkan, Malik bin Anas berkata: pada masa Umawi aku tidak diizinkan menukil riwayat dari Jakfar bin Muhammad as dan begitu juga pada masa Abbasi, sementara untuk menjaga nyawa para pengikut Syi’ah, Imam Shadiq as memerintahkan mereka untuk bertaqiyah dalam permasalahan fiqih.

Keadaan semakin sulit saat Imam as diasingkan ke Irak, dimana para pengikut Syi’ah dalam masalah-masalah fiqih seperti talaq dan lainnya tidak bisa dengan mudahnya bertanya pada Imam Shadiq as, oleh karena itu merkea menyamar menjadi penjual di pasar-pasar untuk bisa mendapat jawaban dari Imam as.

Sementara dalam masalah fiqih pada masa Imam Shadiq as menjadi pembahasan khusus, kajian fiqih Imam as sangatlah masyhur pada saat itu, banyak ulama-ulama besar yang berguru kepadanya, dan banyak murid-murid Imam as yang bukan berasal dari Arab namun Imam tetap mendidik dan mengajarkannya.

Di antara murid-murid Imam yang belajar di madrasah Imam Shadiq as berjumlah empat ribu orang dan mungkin 200 di antaranya bermazhab Syi’ah atau paling tidak ada 400 orang yang merupakan pengikut Syi’ah dan sisanya dari mazhab Ahlu Sunnah.


714872

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar