خبرگزاری شبستان

الأحد ١٣ المحرّم ١٤٤٠

Sunday, September 23, 2018

Headline Berita

Upaya Amerika dan Zionis untuk Memudarkan Ziarah Arba’in Husaini

SHABESTAN – Perjalanan jutaan manusia dari berbagai belahan dunia untuk memperingati Arba’in Husaini ini lebih dahsyat dari bom-bom atom yang dijatuhkan Amerika di Hiroshima untuk menghancurkan dan melenyapkan imperialis dunia, rezim zionis Israel, Arab Saudi, Amerika dan para sekutu mereka.

Waktu :   8/18/2018 12:10:39 PM ID Berita : 33422

Pemeluk Islam, Kristen, dan Yahudi Hidup Damai di Palestina
SHABESTAN — Penasihat Presiden Palestina untuk Masalah Keagamaan Mahmoud Al Habbash mengatakan pemeluk Islam, Kristen, dan Yahudi selama ini hidup serasi di Palestina. "Pada dasarnya, kehidupan kami dengan Yahudi damai. Kami hidup rukun dan selalu menjaga kehidupan serasi bersama," kata Al Habbash dalam jumpa pers di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Rabu (15/8).

Penasihat Presiden Palestina Mahmoud Abbas itu menggambarkan warga di Tepi Barat, wilayah de facto Palestina, sangat majemuk. Sejak dulu mereka hidup berdampingan dengan damai sebelum ada campur tangan Israel.

"Di wilayah Palestina banyak warga Yahudi, tapi mereka hidup bahagia dan mengaku sebagai orang Palestina, bangga pada Palestina, dan membantu warga Palestina bukan Yahudi, yang kesulitan," kata dia.

Al Habbash menjernihkan pandangan Palestina hanya milik umat Islam. Kenyataannya, pemeluk Kristen dan Yahudi juga menjadi penduduk Palestina dan mengalami kesulitan yang sama karena kesewenang-wenangan Israel.

"Lebih dari lima juta Muslim kesulitan mencapai Al Aqsha untuk shalat, umat Kristiani pun kesulitan berziarah ke tempat suci mereka karena blokade Israel," kata dia.

Al Habbash menyampaikan umat Islam, Kristen dan Yahudi sejak lama mendiami tanah Palestina dan hidup berdampingan dengan damai, sama-sama mengalami penderitaan akibat penjajahan Israel. Perdamaian itu rusak saat Israel mencaplok wilayah Palestina pada 1947, lalu mulai memindahkan warga Yahudi ke sana secara besar-besaran dan menggusur paksa rakyat Palestina pada 1948. Peristiwa itu dikutuk rakyat Palestina dan disebut "nakba" atau "awal malapetaka".

Al Habbash menyesalkan politik pemisahan oleh Israel, yang juga dipaksakan di wilayah Palestina dan bahkan membangun tembok tinggi di Gaza untuk menghalangi hubungan setara antarpenduduk. "Palestina tidak memusuhi Yahudi, tapi memusuhi pemerintah Israel, yang ingin menghancurkan Palestina dan segala ketenteraman di Palestina," kata dia.

Al Habbash berkunjung ke Jakarta sebagai salah satu pembicara dalam Forum Perdamaian Dunia ke-7 pada 14-16 Agustus 2018. Kehadirannya, yang bertepatan dengan Asian Games, juga memberinya kesempatan menonton pertandingan sepak bola babak penyisihan Grup A di Bekasi pada Rabu malam.

[Sumber: ROL]

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar