خبرگزاری شبستان

الأحد ١٣ المحرّم ١٤٤٠

Sunday, September 23, 2018

Headline Berita

Upaya Amerika dan Zionis untuk Memudarkan Ziarah Arba’in Husaini

SHABESTAN – Perjalanan jutaan manusia dari berbagai belahan dunia untuk memperingati Arba’in Husaini ini lebih dahsyat dari bom-bom atom yang dijatuhkan Amerika di Hiroshima untuk menghancurkan dan melenyapkan imperialis dunia, rezim zionis Israel, Arab Saudi, Amerika dan para sekutu mereka.

Waktu :   8/18/2018 8:32:01 PM ID Berita : 33427

McDonald's dan King Burger Senjata Turki untuk “Perang Lira”
SHABESTAN — Setelah hubungan Ankara dan Washington semakin memanas, para petinggi berwenang Turki enggan memberikan izin usaha kepada seluruh restoran dan coffee shop milik perusahaan-perusahaan Amerika.

Kebijakan baru yang belum pernah terjadi ini diambil oleh Turki setelah krisis hubungan diplomatik antara Ankara danWashington memanas. Baru-baru ini Recep Tayyip Erdogan juga telah memberlakukan sanksi atas produk elektronik Amerika dan juga meningkatkan tarif pajak untuk seluruh perusahaan Amerika yang bercokol di Turki.

 

“Peningkatan tarif pajak untuk seluruh produk Amerika ini merupakan usaha perlawanan terhadap tindakan serupa Amerika, karena Washington telah menetapkan biaya besar untuk impor produk baja dan aluminium Turki,” tukas pihak berwenang Turki.

 

Koran Hurriyet melaporkan, pihak pemerintah daerah Keçiören di Ankara telah menentang pengeluaran izin usaha untuk restoran McDonald's, King Burger, dan coffee shop Starbucks.

 

Mustafa Ak, wali kota Keçiören, menegaskan, “Kami berharap keputusan dan kebijakan ini menjadi contoh untuk seluruh pemerintah daerah yang lain untuk mengambil keputusan yang sama.”

 

“Negara kami akan menang dalam perang ini. Perang ini tidak lain hanyalah penyempur proyek kudeta 15 Juli 2016 yang berhasil digagalkan,” tutur Mustafa Ak.

 

Restoran King Burger selama ini dipegang oleh sebuah perusahaan Turki TAB. Lantaran masalah yang menimpa sekarang ini, manajemen restoran mata rantai ini menghadapi masalah.

 

Dalam menanggapi kebijakan Turki tersebut, pihak King Burger mengeluarkan pernyataan bahwa perusahaan ini bukanlah sebuah perusahaan Amerika dan bermarkas di Brasil. Perusahaan G Capital 3 telah membeli saham restoran tersebut pada Oktober 2010 dan sekarang berada di bawah pengawasan perusahaan RBI.

 

Pihak pemerintah daerah Keçiören menyatakan, “Kami tidak bisa bungkam dalam menyaksikan nilai lira yang jatuh ini. Untuk itu, kami telah mengambil jawaban untuk  Amerika Serikat. Kami juga mendorong warga Turki supaya menjual valuta asing demi memberikan dukungan terhadap mata uang nasional kita.”

 

[Sumber: Sky News]

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar