خبرگزاری شبستان

الأربعاء ٦ ربيع الأوّل ١٤٤٠

Wednesday, November 14, 2018

Headline Berita

Ahlul Bait as Penunjuk Jalan di Dunia Ini

SHABESTAN – Dalam doa ke 42 di dalam Shahifah Sajjadiyah menjelaskan kepada kita jalan dan tujuan mana yang akan kita jalani yang kelak akan membawa manusia pada tujuan utama. Al-Qur’an dan Ahlul Bait as adalah penunjukan jalan di dunia ini, dimana Allah swt sudah menunjukan jalan ini sejak 14 abad silam.

Waktu :   8/18/2018 9:28:17 PM ID Berita : 33430

Palestina Negara Pertama yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia
SHABESTAN — Terdapat setidaknya empat syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi sebuah negara berdaulat, yaitu; wilayah yurisdiksi, penduduk, pemerintahan yang legitimate, dan adanya pengakuan dunia internasional. Pada saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, ketika Bung Karno mendeklarasikan berdirinya Republik Indonesia, kita sudah memenuhi setidaknya tiga kriteria pertama. Lalu, Negara mana saja yang pertama-tama mengakui kemerdekaan Indonesia?

Dalam salah satu buku Ziarah Sejarah; Mereka yang Dilupakan, karya Hamid Nabhan, yang diterbitkan baru-baru ini, disebutkan bahwa setidaknya 10 negara pertama yang menyatakan dukungannya dan mengakui kemerdekaan Republik Indonesia, adalah negara-negara Islam di kawasan Afrika dan Timur Tengah.  Negara-negara tersebut adalah; Palestina, Mesir, Libanon, Siria, Irak, Saudi Arabia, Yaman juga menyusul Afganistan, Iran dan Turki.

Dikisahkan oleh Hamid Nabhan, pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, tapi dunia internasional belum ada yang mengakui kemerdekaan tersebut, padahal pengakuan dunia internasional adalah syarat bagi eksistensi sebuah negara. Ketika itu, wilayah Indonesia terjadi kekosongan kekuasaan setelah Jepang menyerah pada Sekutu. Tapi di saat yang sama, pasukan sekutu akan mendarat dengan membawa pasukan Belanda yang ingin berkuasa kembali di Indonesia. Maka pengakuan dunia internasional menjadi satu hal yang paling urgen dibutuhkan pada saat itu.

Menariknya, pengakuan dari negara-negara Arab ini justru di mulai dari Palestina yang diwakili oleh Mufti Besar Bangsa Palestina Sayyid Muhammad Amin Al Husaini yang diucapkan langsung dari Radio Berlin berbahasa Arab dan juga lewat Harian Al-Ahram yang turut memberitakan pengakuan kemerdekaan Indonesia.

Menurut Hamid Nabhan, pengakuan Palestina ini sebenarnya sudah dilakukan secara de facto setahun sebelum Indonesia merdeka, tepatnya di tahun 1944 yang bertepatan dengan janji manis yang dikeluarkan Jenderal Kuniaki Koiso (Perdana Menteri Jepang) untuk memberi kemerdekaan terhadap Indonesia. Mufti Besar Palestina Sayyid Muhammad Amin Al Husaini adalah sosok yang mewakili Palestina memberikan pengakuan tersebut, serta menyebarluaskan berita tersebut ke seluruh dunia.

Pengakuan kemerdekaan ini kemudian diikuti oleh Mesir yang diwakili oleh Konsul Jenderal Mesir di Mumbai India Muhammad Abdul Mun’im yang datang di ibukota RI Yogyakarta. Mun’im yang datang sebagai utusan Liga Arab yang ingin kemerdekaan Indonesia dan pada tanggal 16 Maret 1947 berangkatlah delegasi diplomatik Indonesia ke Mesir melalui Mumbai. Delegasi RI itu adalah H. Agus Salim (Ketua), HM Rasjidi, Nazir ST, Abdul Kadir dan AR Baswedan.

Dari Mesir, rombongan berangkat ke Lebanon, dan Lebanon pun mengakui kemerdekaan Indonesia. Lalu Haji Agus Salim memerintahkan Rasjidi untuk melanjutkan misi ke Saudi Arabia. Sedang AR Baswedan dan anggota delegasi lain diperintahkan pulang ke tanah air untuk menyerahkan dokumen dari Mesir dan Lebanon. Rasjidi berangkat ke Saudi menemui Raja Abdul Aziz Al-Saud dan mendapat simpati serta sambutan yang sangat luar biasa dari kerajaan Saudi Arabia.

Raja Abdul Aziz berkata ,”Nahnu laa nata’akhkharu” (kami tidak akan ketinggalan) untuk memberikan dukungan dan pengakuan untuk Indonesia. Maka di istana raja, Raja Abdul Aziz menyerahkan surat pengakuan kerajaan Saudi Arabia terhadap kemerdekaan RI, peristiwa yang sangat bersejarah itu terjadi pada tanggal 24 November 1947. Lalu pengakuan kemerdekaan RI mengalir dari negara-negara Arab yang lain seperti Syria, Iraq dan Yaman.

Terkait dengan dukungan bangsa Palestina, mereka tidak hanya sekedar memberikan pernyataan ataupun pengakuan semata. Tapi juga bantuan konkrit seperti yang dilakukan oleh Muhammad Ali Thahir, saudagar kaya Palestina, yang saat itu menyerahkan uangnya di Bank Arabia dan berkata, “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia.”

Tak heran jika kita bangsa Indonesia selalu ada untuk membela kemerdekaan Palestina dan memenangkan perjuangan mereka.

[Sumber: Islam Indonesia]

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar