خبرگزاری شبستان

الأحد ١٣ المحرّم ١٤٤٠

Sunday, September 23, 2018

Headline Berita

Upaya Amerika dan Zionis untuk Memudarkan Ziarah Arba’in Husaini

SHABESTAN – Perjalanan jutaan manusia dari berbagai belahan dunia untuk memperingati Arba’in Husaini ini lebih dahsyat dari bom-bom atom yang dijatuhkan Amerika di Hiroshima untuk menghancurkan dan melenyapkan imperialis dunia, rezim zionis Israel, Arab Saudi, Amerika dan para sekutu mereka.

Waktu :   8/22/2018 3:26:26 AM ID Berita : 33476

Amalan-amalan di Malam dan Hari Idul Adha
SHABESTAN – Banyak berdoa dan membaca Ziarah Imam Husain as, yang ganjaran pahalanya lebih besar dari 1000 kali haji dan umrah bahkan 1000 kali jihad di jalan Allah.

Shabestan News Agency, Berdasarkan yang disebutkan di dalam kitab doa Mafatih Al-jinan dan yang disebutkan dalam riwayat bahwasanya malam 10 Dzulhijjah adalah malam yang penuh berkah dan dianjurkan untuk menghidupkan malam tersebut, dan amalan-amalan yang disunahkan di malam ini ialah:

Banyak berdoa dan membaca Ziarah Imam Husain as, yang ganjaran pahalanya lebih besar dari 1000 kali haji dan umrah bahkan 1000 kali jihad di jalan Allah. Diriwayatkan oleh banyak hadits yang sanadnya mutawatir bahwa, barang siapa yang mendapat taufiq dari Allah untuk berziarah ke makam suci Imam Husain as pada hari Arafah, pahala yang ia dapatkan tidak lebih sedikit dari mereka yang berada di Arafah.

Adapun amalan di hari raya Idul Adha ialah:
1. mandi, dalam hal ini sebagian ulama mengatakan sunah yang ditekankan dan ada juga yang mengatakan merupakan hal yang wajib.
2. melaksanakan shalat Idul Adha.
3. Dianjurkan untuk membaca doa-doa sebelum salat Idul Adha sesuai dengan tuntunan-tuntunan doa yang ada. Doa-doa yang terbaik adalah doa ke-48 Shahifah Kamilah Sajadiyah yang diawali dengan bacaan أللّهُمَّ هذا يَومٌ مُبارَك dan akan lebih baik jika membaca doa ke-46
4. membaca doa Nudbah
5. Berkurban
6. Membaca bacaan takbir yang sudah terkenal dibaca pada hari ini: Bagi siapa saja yang berada di padang sahara Mina, dianjurkan untuk membaca takbir ini setelah melaksanakan salat 15 rekaat, yaitu semenjak salat Dhuhur pada hari raya hingga salat Subuh hari ke-13. Sedangkan bagi orang-orang yang yang tidak berada di sana, maka membaca takbirnya itu setelah melaksanakan salat yang 10 rakaat itu, yaitu semenjak salat Dhuhur hari raya Idul Adha hingga salat Subuh ke-12 dan juga membaca takbir-takbir berdasarkan riwayat yang ada di kitab al-Kafi:
اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ، لا اِلـهَ اِلاَّ اللهُ وَ اللهُ اَكْبَر اَللهُ اَكْبَرُ، و للهِ الْحَمْدُ اَللهُ اَكْبَرُ عَلی ما هَدانا ااَللهُ اَكْبَرُ عَلی ما رَزَقَنا مِنْ بَهیمَةِ الانعامِ وَ الْحَمْدُ لِلّهِ عَلی ما أبْلانا


723263

Komentar

Name :
Email:(Opsional)
Komentar:
Kirim

Komentar